Avanza Lakukan Persiapan Lawan Xpander

Modal Utama Avanza untuk Lawan Xpander – Semenjak hadirnya Xpander sebagai MPV rasa SUV membuat pasar MPV alami pergeseran kekuasaan. Bahkan, sampai detik ini pengaruh Xpander tersebut membuat sebagian besar masyarakat tengok kanan-kiri. Namun, hanya saja mengetahui hal tersebut, justru Astra International masih percaya bahwa nantinya pada akhirnya tetap Toyota Avanza yang mendapat perhatian terbesar.

Modal Utama Avanza Untuk Lawan Xpander

Sebagaimana dengan yang sudah kita ketahui bahwa Avanza merupakan model mobil keluarga yang menjadi mobil MPV terlaris di Indonesia sepanjang masa. Model yang mendapat penyegaran major change pada 2015 ini juga merupakan mobil paling laku dari grup Astra. Akan tetapi, saat ini Avanza mendapat perlawanan kuat dari produk baru seperti Mitsubishi Xpander dan merek China Wuling Confero.

Terkait dengan hal tersebut, Pongki Pamungkas yang mana selaku Chief of Corporate Communications, Social Responsibility and Security Astra International, mengakui bahwa salah satu faktor penyebab penjualan grup Astra turun 7 persen pada empat bulan awal tahun ini dibanding tahun lalu. Menurutnya, penurunan yang cukup signifikan tersebut karena adanya persaingan itu.

Di sisi lain, menurut dia bahwa Astra juga tampaknya tetap harus terus meningkatkan efisiensi biaya serta mengeluarkan model baru lebih menarik yang dikatakan sedang dikembangkan.

“Mungkin agak telat sedikit, tapi Anda pernah ingat waktu zaman (Honda) Mobilio. Enggak lama kan, akan balik ke Avanza,” kata Pongki di Jakarta pada Selasa (23/5/2018).

Alasan utama Pongki masyarakat kembali ke Avanza dinilai dari pengalaman konsumen setelah membeli mobil. Tak cukup sampai di situ saja, bahkan ia pun juga turut menjelaskan butuh waktu lama buat masyarakat di Indonesia membeli mobil, karena perhitungannya melibatkan tentang layanan purna jual, servis, dan juga nilai jual kembali.

“Purna jual, servis, nilai jual kembali merek Toyota dan Daihatsu itu susah dilawan,” sebut Pongki.

Sebagai tambahan informasi saja bahwa Avanza tampaknya tetap masih memiliki konsumen tersendiri. Sehingga, meski mengalami penurunan penjualan, itu merupakan hal yang wajar mengingat selera konsumen yang selalu berubah.

Top