Dollar AS Tak Menentu, Hyundai Bingung Tentukan Harga H-1

Harga Hyundai H-1 Masih Belum Diumumkan – Ramaikan pasar MPV kelas premium, akhirnya Hyundai Mobil Indonesia (HMI) pun resmi memperkenalkan New Hyundai H-1 model 2018 di Jakarta pada Selasa (3/7/2018). Akan tetapi, pada saat acara pengenalan produk tersebut belum disertai pengumuman harga resminya. Dengan kata lain, sampai saat ini harga Hyundai H-1 terbaru masih belum diketahui.

Harga Hyundai H 1 Masih Belum Diumumkan

Memang, sempat dikabarkan bahwa untuk soal harga, Hyundai ingin mengumumkannya di Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 pada Oktober 2019 mendatang. Namun, hanya saja ada penyebab lain yang membuat belum diumumkannyua harga mengingat sampai saat ini masih fluktuatifnya harga dollar Amerika Serikat.

Bahkan, menurut berita dari beberapa surat kabar, diketahui bahwa sampai dengan Rabu (4/7/2018), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ada pada level Rp 14.418.

“Menurut kita efek US dollar pengaruh sekali, bikin pusing juga. Kita sedang mencari titik tengah yang terbaik,” kata Presiden Direktur HMI Mukiat Sutikno.

Di sisi lain, jika berbicara tentang Hyundai H-1, sebenarnya mobil MPV tersebut merupakan produk Hyundai yang sudah dirakit di Indonesia. Meskipun demikian namun secara fakta, Mukiat menyatakan bukan berarti produksinya tidak terpengaruh harga dollar.

“Walaupun CKD (completely knock down) atau full manufacturing, basic materialnya kan masih impor,” ujar Mukiat.

Nah, dikarenakan belum ada harga resminya maka banyak yang berspekulasi tentang berapa harga dari mobil mewah buatan pabrik asal Korea Selatan ini. Tetapi, apabila kita mengacu ke harga model sebelumnya, H-1 terdiri atas tujuh varian harga. Varian terendah dibanderol dengan harga Rp 427 juta, sedangkan tertingginya 594 juta.

Sementara itu, perlu untuk dipahami juga bahwa angka yang disebutkan tersebut merupakan harga on the road untuk wilayah Jadetabek dan merupakan harga untuk kepemilikan kendaraan pertama.

Terkait soal harga Hyundai H-1 terbaru, memang membutuhkan sebuah pertimbangan yang matang. Apalagi, dengan nilai kurs Dollar AS yang kini sudah mulai tak menentu, tentunya wajar jika pihak Hyundai masih mempertimbangkan berapa label harga untuk MPV terbarunya tersebut.