Penjualan Mobil Astra Grup Alami Penurunan hingga Mei 2018

Penjualan Mobil Astra Group Mengalami Penurunan – Ada kabar yang sedikit mengejutkan dari Astra Grop Mobil. Dimana, angka penjualan mobil dari Astra Group justru menunjukkan ada penurunan pada periode Januari-Mei 2018. Padahal, jika menilik pada penjualan tahun 2017 lalu, penjualan mencapai 261.743 unit. Namun kini harus merosot menjadi 241.628 unit.

Penjualan Mobil Astra Grup Alami Penurunan Hingga Mei 2018

Di samping itu, tentu saja dengan volume sebanyak 241.628 unit, Astra Group secara tak langsung memiliki pangsa pasar 49 persen di pasar otomotif nasional. Bukan tanpa alasan mengingat sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, Astra Group memang sebuah perusahaan yang membawahi sejumlah agen pemegang merek (APM). Beberapa di antaranya seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot, dan sepeda motor Honda.

Selain itu, dilaporkan pula bahwa untuk saat ini, tampaknya pabrik Toyota masih menjadi pabrik yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan mobil Astra, yakni hingga 143.440 unit. Sedangkan di sisi lain, merk Daihatsu berada di peringkat ke dua dengan penjualan sebanyak 88.209 unit. Kemudian, disusul Isuzu 9.931 unit, dan Peugeot 48 unit.

Sementara itu di satu sisi, untuk segmen mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC), penjualan mobil Astra Group tercatat ada sebanyak 75.153 unit per Mei tahun 2018 ini. Pangsa pasarnya terbesar di segmen ini, yakni 73 persen.

Sedangkan di satu sisi, untuk total penjualan secara keseluruhan mobil non-Astra, sampai Mei 2018 ini sudah tercatat sebanyak 253.149 unit. Dalam hal ini, merk Mitsubishi menjadi produsen terbesar dengan total keseluruhan penjualan mencapai 90.146 unit. Lalu, kemudian disusul Honda yang kini berada di posisi ke dua dengan jumlah keseluruhan 67.598 unit.

Selanjutnya, ada ada model Suzuki dengan 53.415 unit, serta Nissan 4.356 unit. Sementara itu di sisi lain, untuk sisanya ada beberapa merek lain-lain yang mencapai 37.388 unit.

Dengan melihat angka penjualan Astra Group yang mengalami penurunan tersebut, tentu tak lepas dari pengaruh Xpander yang sangat berdampak pada jumlah penjualan secara keseluruhan dari berbagai merk. Tentu saja, hal ini akan menjadi sebuah tantangan besar bagi beberapa merk untuk kembali fokus mengembangkan produknya agar mampu bersaing dengan Mitsubishi.