Toyota Bakal Suntik Mati Sienta, Benarkah?

Pasar Sienta Tak Bergairah, Toyota Bakal Hentikan Produksi – Seolah masih mengalami kondisi “koma” yang begitu lama, nasib Toyota Sienta dalam persaingannya di pasar otomotif Tanah Air memang terbilang kurang bersaing dan bahkan bisa dikatakan sepi peminat. Apalagi, saat ini sudah banyak mobil baru dengan berbagai kelebihan yang bisa dikatakan lebih menarik, sebut saja seperti Xpander, Rush, Terios, hingga beberapa model mobil dari Cina, seperti Wuling. Dengan begitu maka tak heran jika pasar Toyota Sienta pun kini sudah mulai terlihat kurang bersinar di Indonesia.

Pasar Sienta Tak Bergairah, Toyota Bakal Hentikan Produksi

Tak hanya itu saja, bukannya mengembangkan Sienta agar lebih menarik di tengah banyaknya mobil-mobil baru bermunculan, justru Toyota sendiri dikabarkan akan memberhentikan proses produksi Sienta. Tak sampai di situ saja, dari informasi yang didapat, sebelum benar-benar berhenti memproduksi Sienta, mobil tersebut akan mendapatkan peningkatan minor terlebih dahulu.

Nah, dari kabar mengenai nasib Sienta tersebut, Relation Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Rouli Sijabat pun menjelaskan secara detail bahwa pihaknya masih tetap menghadirkan Sienta di Indonesia. Sebab, menurutnya pasar yang disasar oleh Sienta tetap masih ada. Selain itu, bisa dibilang juga ada beberapa komunitas Sienta yang turut memotivasi TAM untuk terus memberikan pelayanan.

“Sienta itu kan 2016, masih baru, baru 3 tahun. Selama masih ada pasarnya, kami pasti akan support,” jelas Rouli melalui sambungan pada Sabtu (07/7/2018).

Di sisi lain, memang perlu untuk diakui juga bahwa jika melihat penjualan Toyota Sienta di tahun 2018 ini mengalami penurunan yang terbilang cukup signifikan. Bukan sekedar isapan jempol semata melainkan dari fakta yang didasarkan atas data Gaikindo, penjualan Sienta periode Januari-April 2018 mencapai 1.571 unit. Tentu, jumlah penjualan tersebut jauh di bawah penjualan tahun lalu pada periode yang sama yaitu 5.778 unit.

Walaupun demikian adanya, menurut Wakil Presiden Direktur PT TAM Henry Tanoto pada media gathering bulan lalu, angka penjualan tersebut cukup wajar terjadi akibat adanya momentum peluncuran mobil itu.

Top