Mulai Desember 2018, Harga Xpander Bakal Naik

Mitsubishi Naikkan Harga Xpander pada Bulan Desember 2018 – Jika melihat fakta akan pasar Low MPV di Indonesia, patut diakui bahwa Mitsubishi Xpander menjadi mobil yang sangat mendominasi penjualannya di bursa otomotif nasional. Bukan tanpa fakta mengingat berdasarkan atas data yang ada, pada semester pertama 2018, Januari hingga Juni 2018, Low MPV tersebut sukses mencatatkan angka distribusi hingga berjumlah 39.948 unit.

Mitsubishi Naikkan Harga Xpander Pada Bulan Desember 2018

Sementara itu di sisi lain, di kelas SUV, Mitsubishi Pajero Sport juga masih menjadi pesaing yang tangguh bagi Toyota Fortuner. Namun, yang menarik bahwa kali ini Xpander akan menawarkan varian lain sebagai pilihan bagi para konsumen.

Tak hanya soal penjualannya yang mengalami peningkatan, ternyata Mitsubishi dikabarkan punya rencana untuk menaikkan harga keduanya. Baik itu Xpander maupun Pajero Sport. Menurut kabar yang beredar, kenaikan harga tersebut diduga kuat akan terjadi bulan depan, tepatnya pada Desember 2018.

Perlu diketahui bahwa berita terkait kenaikan harga tersebut disampaikan oleh akun instagram resmi salah satu dealer Mitsubishi di Jakarta, @mitsubishijakarta377.

Melansir dari unggahannya tersebut, akun tersebut juga telah memperlihatkan surat yang dikirim dan ditandatangani oleh Irwan kuncoro selaku Direktur Divisi Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Mitsubishi di Indonesia.

Pada surat tersebut dituliskan bahwa per 1 Desember 2018 mendatang, keenam varian Mitsubishi Xpander akan mengalami kenaikan sebesar Rp 5 juta/ unit.

Sementara itu, untuk harga Xpander saat ini, tipe GLX MT dijual seharga Rp 197,1 juta, GLS MT Rp 215,6 juta, Exceed MT Rp 222,6 juta, dan Exceed AT Rp 233 juta. Sementara itu, dua varian tertingginya Sport AT dan Ultimate AT dibanderol masing-masing Rp 245,2 juta dan Rp 253,4 juta.

Akan tetapi, hanya saja sampai kabar ini diturunkan, Mitsubishi Indonesia masih belum memberikan konfirmasi kepastian mengenai kebenaran rumor tersebut. Namun, walaupun demikian adanya, pihak pabrikan sempat menyatakan bahwa kenaikan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti inflasi, dan upah minimum pekerja serta kurs mata uang rupiah yang kian melemah.

Top