Penjualan Mobil Astra Group Alami Penurunan Signifikan

Persaingan Super Ketat, Penjualan Mobil Astra Group Alami Menurun – Kabar sedikit mengagetkan datang dari pihak Astra Group. Bukan tanpa alasan, menurut data terakhir, disebutkan bahwa di pasar wholesales, geng Astra tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga dua digit, yakni 10,09 persen. Tentu saja, realita tersebut membuat perusahaan pun tak meraup untung tapi malah buntung di bisnis otomotif roda empatnya, khususnya di semester I/2018.

Persaingan Super Ketat, Penjualan Mobil Astra Group Alami Menurun

Sementara itu, jika menilik atas beberapa data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan empat merek ( Toyota, Daihatsu, Isuzu dan Peugeot) di bawah payung perusahaan milik Jardine Cycle & Carriage saat ini terjual sebanyak 267.722 unit. Tentu fakta tersebut alami penurunan dibanding periode yang sama 2017 lalu, di angka 297.764 unit.

Sedangkan jika kita telusuri secara lebih mendalam dan detail, sebenarnya adanya penurunan tersebut terjadi karena beberapa mobil Toyota. Pasalnya, akhir-akhir ini performa penjualannya memburuk dengan negative growth 17,33 persen. Padahal tiga merek lainnya berhasil, mempertahankan posisi penjualan bahkan tumbuh.

Akan tetapi, jika menilik secara keseluruhan bisnis otomotif Astra menuai laba bersih cukup stabil di posisi Rp 4,2 triliun. Fakta tersebut tentu saja ada kaitannya dengan naiknya laba bersih dari penjualan sepeda motor dan bisnis komponen otomotif, mengimbangi penurunan keuntungan di penjualan mobil.

Tidak hanya sampai di situ saja, bahkan fakta tersebut membuat pangsa pasar otomotif grup Astra menurun dari 56 persen menjadi 48 persen. Padahal, merek-merek mobil yang tergabung dalam Astra Group ini sudah meluncurkan 12 model baru dan 4 model revamped sepanjang paruh pertama 2018.

Di satu sisi, justru untuk distribusi motor secara nasional mengalami peningkatan 11 persen menjadi 3 juta unit, di mana penjualan PT Astra Honda Motor (AHM) di pasar domestik meningkat 11 persen menjadi 2,2 juta unit, dengan pangsa pasar 74 persen.

Meski demikian, namun perlu diakui bahwa sektor otomotif masih menjadi penyumbang laba terbesar di bisnis Grup Astra mengingat mampu menyokong dana sebeasr 4,2 triliun dari total perolehan 10, 4 triliun. Dengan kata lain, berkontribusi hingga 40,59 persen.