Toyota Masih Percaya pada Avanza Sebagai MPV Andalannya

Avanza Masih Diandalkan oleh Toyota – Salah satu pabrikan otomotif asal Jepang, yakni PT Toyota Astra Motor (TAM) dinilai telah berhasil mencatat total penjualan mobilnya secara keseluruhan di ajang pameran GIIAS 2018. Dimana, dalam catatan tersebut dilaporkan sudah ada 6.022 unit yang berhasil terjual.

Di sisi lain, dari keseluruhan total penjualannya di GIIAS 2018, Toyota tak menghadirkan mobil baru. Namun, meskipun tanpa produk baru, merek nomor satu di Indonesia ini masih bisa berjualan di atas 5.000 unit sepanjang 11 hari pameran.

Avanza Masih Diandalkan Oleh Toyota

Di satu sisi, untuk soal pencapaian penjualannya, pabrikan asal Jepang ini juga sebelumnya menyebutkan bahwa mereka tak menargetkan angka penjualan di GIIAS 2018. Walaupun tak ada target namun apresiasi pengunjung terhadap produk-produk Toyota cukup positif.

Berkenaan dengan itu, Fransiscus Soerjopranoto yang mana selaku Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengatakan bahwa jika dari jumlah dari total SPK di atas, kontribusi terbesar berasal dari segmen kendaraan keluarga MPV yang mencapai 3.662 unit, atau lebih dari 61 persen.

Secara lebih detailnya, setidaknya ada enam model terlaris Toyota. Beberapa di antaranya seperti Avanza yang kembali menjadi ujung tombak, dengan perolehan penjualan sebanyak 1.105 unit (18,3 persen). Kemudian pada tempat ke dua ada model Rush, yang terjual 996 unit (16,5 persen).

Sementara itu di posisi ke tiga diikuti Kijang Innova 984 unit (16,3 persen), lalu Calya 982 unit (16,3 persen), Fortuner 625 unit (10,4 persen), dan Agya 319 unit (5,3 persen).

Jika melihat laporan tersebut, tampaknya memang Toyota Avanza ternyata masih menyimpan pesona kuat dibanding model Toyota lainnya. Walaupun dari fakta yang ada, di dalam pameran kemarin wujud Avanza hanya disimpan di ruang negoisasi dan tak muncul di booth depan.

“Terima kasih atas apresiasi dan kunjungan pengunjung ke Toyota Booth. Semoga booth Toyota di GIIAS dapat memberikan informasi lengkap, dan pemahaman yang mendalam bagi masyarakat, khususnya akan kebutuhan mobilitas untuk kehidupan masa depan,” ujar Soerjopranoto pada Rabu (15/8/2018).