Tabrakan Outlander di Pondok Indah : Jangan Berkendara Saat Marah atau Sedih

Jangan Berkendara Saat Marah atau Sedih – Kita kembali dikejutkan dengan kecelakaan maut yang terjadi di kawasan Pondok Indah. kecelakaan maut itu terjadi di dekat halte busway Kostrad di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kejadian berawal saat Mitsubishi Outlander dari arah Simprug, Permata Hijau, menuju Arteri Pondok Indah, tiba-tiba menabrak dua sepeda motor. Setelah menabrak, pengemudi Outlander yang bernama Christopher Daniel Sjarif tak berhenti, tapi justru melaju kencang. Alhasil, ia menabrak mobil Avanza, Mitsubishi pikap, serta tiga sepeda motor. Akibat aksi ugal-ugalan itu empat orang tewas.

hindari marah saat berkendara

Melihat kejadian itu dan kecelakaan-kecelakaan maut sebelumnya, ada hal yang sangat perlu digaris bawahi. Kondisi emosional saat berkendara memang sangat memengaruhi keselamatan, baik pengendara, penumpang, maupun pengguna jalan yang lain. Nah, oleh sebaiknya hindar iberkendara ketika  kondisi emosi marah, tengah bersedih, atau malah sedang terlalu senang. Demikian yang disampaikan Presdir Indonesia Defensive Driving Center, Bintarto Agung menyikapi kecelakaan maut mobil Outlander Sport di Pondok Indah.

“Faktor psikilogis pengguna kendaraan sangat berkorelasi terhadap cara dan tingkah laku berkendara”, tutur Bintarto, seperti yang diberitakan detik.com.

Anda sendiri pasti tau persis kan, pada saat marah, jantung kita akan berdetak lebih kencang. Pikiran pun masih terfokus pada peristiwa yang memicu kemarahan. Dalam keadaan tersebut, syaraf sensorik juga dalam kondisi ruwet karena informasi yang terekam juga saling berkelindan. Alhasil, konsentrasi orang yang bersangkutan terpecah-pecah. Konsentrasi pun buyar alias tidak fokus, yang membuat syaraf motorik juga kacau.

Tapi jangan salah, kondisi tersebut tidak hanya diakibatkan oleh kesedihan. Kondisi psikis yang  terlalu gembira pun akan menimbulkan efek yang sama lho. Saat gembira secara berlihan, orang juga akan susah berkonsentrasi. Hal ini disebabkan luapan kegembiraan yang berlebihan menjadikan orang tak fokus dengan apa yang tengah dihadapi. Belum lagi jika  seseorang yang memiliki karakter cepat marah, mau menang sendiri, serta tidak memiliki rasa sosial membangun kebersamaan.Ketika terjadi ketidakfokusan, maka sebenarnya tidak hanya diri anda yang terancam bahaya. Penumpang lain bahkan pengguna jalan lain juga sama-sama “berpeluang” untuk celaka.

Oleh karena itu Mas Sena sarankan, jika anda dalam kondisi marah karena berbagai penyebab, atau sangat sedih, atau saat terlalu gembira, sebaiknya segera menyadari kondisi yang tengah dihadapi. Atur dulu emosi anda, agar tidak membahayakan siapapun ketika berkendara. Anda sendiri pasti tau kan, kalau berkendara adalah membagi fokus terhadap kendali diri dan kendali kendaraan. Baca juga Mobil Terlaris di Indonesia dan Lamborghini Veneno Roadster.

 

Top