Mulai Oktober 2018, Harga Terios dan Rush Alami Kenaikan

Harga Terios dan Rush Naik Mulai Oktober 2018 – Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat, tampaknya memang memberikan dampak hebat pada industri otomotif Tanah Air. Bahkan, melemahnya nilai tukar rupiah tersebut bisa jadi salah satu faktor beberapa merek mulai menaikkan harga juga produk mereka. Tak terkecuali salah satunya di segmen LSUV.

Perlu untuk diketahui, di segmen mobil Low SUV, setidaknya ada enam model yang masih eksis di pasar dalam negeri. Beberapa di antaranya yaitu ada Daihatsu Terios, Toyota Rush, Nissan Juke, Suzuki S-Cross, Honda BR-V dan HR-V.

Harga Terios Dan Rush Naik Mulai Oktober 2018

Dikarenakan efek dari meningginya nilai tukar rupiah maka salah beberapa di antara Low SUV tersebut mengalami kenaikan harga. Seperti model Toyota Rush yang kabarnya mengalami eskalasi harga di angka Rp 2,1 juta untuk semua variannya. Tak hanya itu saja, bahkan Daihatsu juga ikut menambah mahal mahar produknya Terios, meski lebih kecil dibanding Rush, yaitu mencapai angka Rp 1,6 juta.

Sementara itu di sisi lain, kenaikan harga yang terbesar justru dialami pada model S-Cross buatan Suzuki yang mencapai Rp 5 juta. Dimana, pihak uzuki hanya menghadirkan dua varian pada model ini, masing-masing bertransmisi manual dan otomatis.

Sedangkan di lain sisi, model LSUV ikonik milik Nissan juga ikut mengalami kenaikan harga jual yang mana mencapai angka Rp 1,6 juta sampai 1,7 juta. Padahal sebelumnya pihak Nissan mengatakan, mereka belum perlu menaikkan harga jual mobilnya. Namun, pada kenyataannya, ada perubahan harga pada salah satu modelnya.

Jadi sejauh ini, jika disimpulkan, sepertinya hanya Honda dan Chevrolet saja yang belum menaikkan harga jual produknya. Dengan kata lain, kedua pabrikan tersebut tampaknya masih mempertahankan banderol bulan lalu.

Di samping itu, dengan adanya kenaikan harga pada model Low SUV, tampaknya juga tak bakal banyak berpengaruh pada minat konsumen. Pasalnya, sasaran konsumen yang dituju pun juga sebagian besar adalah kalangan elite kelas menengah.

Top