Rupiah Melemah, Harga Mobil Mulai Ancang-Ancang Naik

Harga Mobil Sudah Mulai Naik – Sampai menginjak bulan Desember 2018 ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya kian melemah. Tentu saja, dengan kondisi menguatnya Dollar AS terhadap rupih tersebut kini sudah mulai berimbas pada harga barang dalam negeri, termasuk di antaranya kendaraan bermotor, khususnya mobil.

Terkait dengan keadaan nilai tukar rupiah yang terus melemah tersebut, dalam hal ini Direktur BCA Finance Petrus Karim mengungkapkan jika saat ini sudah ada beberapa mobil yang mengalami kenaikan harga.

Harga Mobil Sudah Mulai Naik

“Saat ini yang terjadi adalah ada yang beberapa sudah naik harga mobil ya, ada juga yang masih bertahan,” kata Petrus saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, padaKamis (11/10/2018).

Tak hanya itu saja, bahkan Petrus pun juga turut menjelaskan, kenaikan tersebut bervariasi tergantung pada besaran impor bahan baku di mobil tersebut.

“Tergantung mobilnya, berapa banyak mobilnya impor atau bahan bakunya impor, berapa persen dari lokal konten istilahnya ya kan mempengaruhi,” ujarnya.

Selain itu, Direktur BCA Finance tersebut juga mengungkapkan bahwa untuk merk Toyota ada beberapa tipe yang harganya sudah naik. Hanya saja, masih ada beberapa tipe yang harganya tetap. Seperti model mobil yang berasal dari pabrikan Eropa.

“Mercedes Benz juga belum naik, BMW juga belum naik. Ada yang sudah naik ada yang belum,” ucapnya.

Di sisi lain, dengan kenaikkan harga juga dipengaruhi oleh stok. Untuk stok lama dipastikan harganya masih tetap sebab saat proses impor masih menggunakan kurs atau nilai tukar yang lama.

“Naik atau belum itu juga tergantung berapa banyak stok yang dia punya saat ini. Stok itu kan dia impor dengan kurs yang masih lalu, masih punya nih jadi jual dengan kurs yang lama. Begitu stoknya habis dia impor lagi dengan kurs yang baru otomatis nanti naik. Kapan nantinya ya kita enggak tahu, tergantung jumlah barangnya gitu ya kira-kira,” tutupnya.

Tentu saja, jika kondisi ini dibiarkan saja maka secara tak langsung lambat laun akan memperlemah daya beli masyarakat terdapat kendaraan roda empat mengingat harga yang terus naik.

Top