Dollar Kian Perkasa, Honda Naikkan Harga Moge

Moge Honda Bakal Alami Kenaikan Harga – Dominasi pasar motor Honda di Indonesia memang terbilang masih tinggi. Namun, setelah beberapa waktu lalu sempat merevisi harga sepeda motor konvensionalnya, kali ini PT Astra Honda Motor (AHM) dikabarkan sedang bersiap untuk menaikkan banderol kendaraan bermotor buatannya, khususnya di segmen Big Bike. Menurut rumor yang beredar, kenaikan harga moge Honda akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini.

Sementara itu di lain sisi, General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin pun juga urut menanggapi hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga big bike Honda tak lain merupakan dampak atau akibat dari makin perkasanya nilai tukar dollar Amerika Serikat terhadap rupiah yang sampai saat ini belum mengalami perkembangan.

Moge Honda Bakal Alami Kenaikan Harga

“Juli kemarin sudah sempat naik, termasuk harga motor yang konvensional. Dalam waktu dekat ini nanti akan ada kenaikan lagi untuk Big Bike,” ucap pria yang akrab disapa Muhib kepada wartawan di Cikarang, Jawa Barat pada Selasa (16/10/2018).

Walaupun demikian adanya, tampaknya Muhib enggan menyebutkan berapa persen kenaikan yang akan diterapkan nanti. Namun, hanya saja dia memastikan bahwa nantinya revisi harga kali ini hanya akan berdampak pada jajaran Big Bike saja. Belum menyentuh pada segmen kendaraan lain.

Sedangkan di sisi lain, untuk produk regulernya tidak akan ada kenaikan harga lagi di tahun 2018 ini. Termasuk juga untuk beberapa motor sport fairing andalanya, CBR250RR, yang diklaim Muhib belum tidak ada rencana revisi harga.

“Untuk yang kali ini kenaikan karena lebih terkait dollar yang tembus sampai Rp 15.000 lebih dan hanya untuk Big Bike saja. Kita akan umumkan nanti yang pasti tidak sampai akhir tahun sudah naik. Untuk CBR250RR saat ini masih kami coba jaga keterjangkauannya belum ada rencana kenaikan,” ujar Muhib.

Dengan adanya kenaikan harga moge Honda tersebut maka secara tak langsung harga motor lain pun juga akan mengalami kenaikan. mengingat, tak saat ini Dollar yang terus gagah menguat terhadap rupiah. Sehingga, dampak tersebut dirasakan oleh industri otomotif.

Top