Isuzu Siapkan Penantang Honda BR-V

Isuzu Persiapkan Mobil Penantang BR-V – Rumor terkait dengan kemunculan adik Isuzu MU-X saat ini tengah menjadi trending topik. Pada kabar sebelumnya, mobil Isuzu ini disebut bakal menjadi mobil baru dari Isuzu yang siap menyasar di segmen tipe crossover.

Sementara itu di satu, kabar yang telah tersebar tersebut, tampaknya juga sempat ditangkap oleh media lokal India, Gaadiwaadi. Dimana, dalam keterangan pers yang diunggah pada Minggu (21/10/2018), pihaknya juga turut menerangkan jika kemungkinan mobil Isuzu tipe terbaru itu bakal menjadi rival kuat bagi Hyundai Creta dan Nissan Kicks yang mana memang baru saja diluncurkan di sana.

Isuzu Persiapkan Mobil Penantang BR V

Sedangkan untuk pasar Indonesia sendiri, segmen mobil yang diprediksi kuat dan paling cocok menjadi rival sang adik MU-X ialah Honda BR-V. Crossover yang tak lain merupakan garapan dari PT Honda Prospect Motor (HPM) tersebut nyatanya memang memiliki bodi yang hampir sepadan dengan Nissan Kicks.

Menilik dari desain dimensinya sendiri, Nissan Kicks memiliki wheelbase 2.610 mm, panjang 4.295 mm dan lebar 1.760 mm. Sedangkan di sisi lain, untuk Honda BR-V menggunakan panjang sumbu roda 2.660 mm, panjang 4.455 mm dan lebar 1.735 mm.

Tak sampai di situ saja, bahkan jika mendasarkan atas laporan terbaru, crossover itu nantinya bakal segera meluncur di India. Bahkan, di sisi lain, Ken Takashima yang mana dalam hal ini selaku Deputy Managing Director and Executive Vice President of Isuzu Motors India pun turut menekankan akan meluncurkannya di beberapa pasar internasional.

Mungkinkah Indonesia akan kebagian? Mungkinkah akan ada angin segar semenjak Isuzu begitu jarang mengupgrade lini SUV-nya?

“Untuk setiap produk yang akan kami luncurkan di India, kami akan sangat hati-hati dengan kemungkinan menggunakan pilihan hybrid. Tapi harus memenuhi parameter harga untuk menjadikannya sebagai produk massal,” kata Ken.

Sebagai tambahan informasi saja bahwa di India sendiri, pabrik Isuzu sengaja menggandakan penjualannya dengan 5.000 unit pada tahun fiskal 2018. Maka dari itu, secara otomatis pada tahun fiskal 2019, targetnya akan meningkat menjadi 7.000-7.500 unit.