Masalah pada Airbag, Mazda Indonesia Adakan Recall

Mazda Indonesia Recall Sejumlah Kendaraan – Recall memang sebuah program sebagai bentuk layanan produsen untuk memaksimalkan pelayanan kepada para konsumen. Terkait dengan hal tersebut, belum lama ini Mazda Indonesia ternyata juga sedang melakukan recall. Perbaikan gratis yang dilakukan oleh Mazda ini berkaitan erat dengan masalah global, yakni airbag Takata.

Sementara itu di sisi lain, yang menjadi salah satu persoalan adalah jika konsumen justru tidak tahu dengan kampanye yang dilakukan oleh pihak Mazda Indonesia ini. Bukan tak ada sebab mengingat untuk kampanye yang dilakukan disebut sudah proaktif. Maka dari itu, para konsumen diharapkan mengecek sendiri nomor rangka kendaraannya (VIN) di situs yang sudah mereka sediakan.

Mazda Indonesia Recall Sejumlah Kendaraan

Lantas, kira-kira bagaimana jika konsumen tidak tahu dengan program yang mencakup recall ini?

Terkait dengan problem tersebut, menurut Igor Panjaitan selaku Costumer Service Director Mazda Indonesia menjelaskan bahwa sebenarnya pihaknya sudah menghubungi tiap konsumen berdasarkan data servis rutin.

“Telepon ke konsumen, pasti. Program servis dari dulu-dulu sudah ada. Cuma yang sekarang ada medianya. Gratis,” kata dia.

Sedangkan, bagaimana jika konsumen tidak servis di bengkel resmi yang akibatnya tidak tercatat untuk dihubungi?

“Kalau dia datang servis, pasti akan dicek VIN-nya apa yang perlu di-update. Kalau misalnya dia tidak datang-datang ke tempat servis sekian lama, ya konsumen harus punya tanggung jawab juga,” kata dia.

Tak hanya itu saja, pria yang akrab disapa Igor tersebut pun kemudian menganalogikan hal ini dengan garansi kendaraan yang didasari pada kewajiban servis berkala supaya layanan tersebut tidak hangus.

“Contoh garansi, itu kan bisa gugur kalau tidak mengikuti histori. Dia harus servis 1.000 km, 3.000 km, 10.000 km. 30.000 km, tetapi tiba-tiba, maaf, setelah servis 1.000 km, selanjutnya dia servis di luar atau lupa servis, pasti itu gugur. Jadi harus ada kerja sama, antara konsumen dan kita,” tambahnya lagi seraya menyebut kalau 70-80 persen mobil konsumennya sudah diperbaiki.