Yamaha FreeGo Sudah Pakai ABS, Honda Apa Kabar?

Yamaha Terapkan ABS pada Skutik Entry Levelnya – Tak hanya skutik di kelas premium saja, bahkan skuter matik di segmen entry level pun juga punya potensi pasar yang sangat tinggi di pasar Indonesia. Sehingga, tak heran beberapa produsen mulai konsentrasi untuk memperbarui skutik buatannya.

Oleh karena itu tak heran jika Yamaha meluncurkan skutik barunya, yaitu model FreeGo di gelaran Indonesia Motorcycle Show 2018 lalu. Skutik dengan bekalan mesin 125 cc tersebut pun juga sudah dilengkapi dengan sistem pengereman canggih ala skutik premium, yakni ABS (anti-lock bracking system) untuk varian tertinggi.

Yamaha Terapkan ABS Pada Skutik Entry Levelnya

Dengan kenyataan tersebut kira-kira Honda yang menjadi pesaing kuatnya pun juga turut kepincut untuk menerapkan fitur serupa pada skutik entry level-nya?

Berkenaan dengan fakta tersebut, Ferry Firman selaku General Manager Product Management and Marketing Support PT Astra Honda Motor (AHM) pun turut menjelaskan jika pihaknya saat ini masih perlu melakukan studi lebih dulu. Selain itu, Ferry juga menegaskan jika memang apabila ada kebutuhan, sangat dimungkinkan jika pihak AHM pun berusaha untuk menghadirkan skutik berteknologi ABS.

“Kita harus lihat dulu, kenapa harus pakai ABS, kenapa gak pakai ABS, dan apa itu ABS. Sebetulnya untuk cc kecil atau penggunaan tidak kencang sekali. Saya rasa belum pakai ABS, tapi kalau itu jadi salah satu persyaratan dari konsumen, kita sih pasti penuhi. Tapi risikonya harga naik,” katanya di Ruteng, Nusa Tenggara Timur pada Senin (26/11/2018).

Sebagai fitur yang canggih, tentu saja bekalan fitur ABS dipastikan akan mampu mendongkrak harga dari motor tersebut. Pilihan lainnya adalah subtitusi fitur, kalau ABS lebih penting fitur lain bisa ditukar agar harganya sama. Tinggal menurut konsumen fitur mana yang disubtitusi oleh ABS-nya.

“Kita tidak alergi semua harus ABS. Yang paling penting di low end adalah harga. Di kelas entry-level, dari orang tidak punya orang motor jadi punya motor. Daya beli masih terbatas. Atau bisa motor kedua di rumahnya, jadi butuh motor yang lebih murah atau low end. Sensitif di harga kalau entry-level, ” sambung Ferry.

Di samping soal itu, memang Honda masih serius dalam menghadapi tahun 2019 dengan berbagat strategi lain untuk mendongkrak segmen produk lain, PCX misalnya yang masih dianggap terlalu kemahalan dibanding Nmax. Tugas berat bagi AHM.