Jelang Akhir Tahun 2018, Penjualan Mobil LCGC Turun

Penjualan Mobil Murah Alami Penurunan – Menginjak bulan Oktober 2019 ini, tampaknya angka penjualan mobil murah alami penurunan yang cukup drastis. Bagaimana tidak? Walaupun dibanderol lebih murah dibandingkan model mobil lainnya, segmen mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) ternyata tak bisa menjamin angka penjualan meningkat drastis sebagaimana wacana awal.

Penurunan penjualan mobil LCGC ini pun juga bukan sekedar hoax semata. Namun, didasarkan atas data yang telah tercatat selama Januari-Oktober 2018, dilaporkan bahwa wholesale sales (pabrik ke dealer) segmen LCGC hanya 181.000 unit. Jumlah ini jelas menunjukkan ada penurunan yang cukup besar dari periode yang sama pada 2017 yang tembus 199.000 unit.

Penjualan Mobil Murah Alami Penurunan

Dengan fakta tersebut, menurunnya angka penjualan LCGC yang merosot, Fransiscus Soerjopranoto yang mana selaku Executive General Manager PT Toyota Astra Motor menyatakan ada beberapa faktor penyebab menurunnya penjualan mobil LCGC.

“Bahwa segmen menengah kelas bawah itu ada kena impact, NPL (Non performing loan/ Kredit bermasalah), ada tightening dari leasing company, terus bunga naik. Dan itu yang pengaruhi daya beli masyarakat,” ujar Soerjo saat ditemui beberapa waktu lalu.

Sementara itu di sisi lain, dalam kaitannya dengan angka penjualan, Soerjo pun juga turut menyatakan jika segmen kelas menengah atas di tahun ini justru mengalami peningkatan penjualan.

“Kalau menengah atas punya uang. Cuma kalau mobilnya tidak menarik dia tak beli. Jadi mereka lihat produk-produk yang menarik,” katanya.

Tak sampai di situ saja, bahkan dalam hal ini, Soerjo pun juga turut mengatakan jika segmen LCGC pada dasarnya menyumbangkan seperlima dari total market penjualan otomotif.

“LCGC itu bukan hanya punya Toyota-Daihatsu, tapi punya banyak. Sebenernya LCGC itu tulang, bukan daging, cuma memenuhi peraturan pemerintah. Jadi bukan untuk profit, kalau untuk profit itu arahnya ke media up, LCGC untuk comply pemeritah,” terangnya.

Di satu sisi, perlu untuk diketahui bahwa angka penjualan LCGC Toyota antara lain Agya pada Januari-November 2018 tercatat 26.936 unit. Sedangkan di sisi lain, penjualan keseluruhan untuk Calya menncapai 59.244 unit.

Jika dijumlah secara total, kedua mobil yang masuk dalam segmen LCGC tersebut telah terjual pada Januari-November sebanyak 86.180 unit.