Sasar Indonesia, Hyundai Berambisi Bikin Mobil Listrik

Hyundai Siap Produksi Mobil Listrik di Indonesia – Kiprah Hyundai di pasar Indonesia memang terbilang kurang begitu baik. Bukan tanpa alasan mengingat selama periode Januari-Oktober 2018, pabrikan asal Korsel itu hanya menjual 1.372 unit. Meski demikian, agaknya Hyundai punya strategi jangka panjang. Dimana, pabrikan yang berasal dari Korea ini akan berinvestasi US $ 880 juta (Rp 12,8 triliun) di Indonesia.

Menurut kabar yang beredar, jumlah uang investasi tersebut sebagai salah satu bentuk untuk memproduksi kendaraan bermesin listrik (EV) di Tanah Air. Bukan sekedar isu belaka karena kabar ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Perindustrian Harjanto. Hal tersebut sebagaimana berita yang dilaporkan oleh Reuters (21/12/2018).

Hyundai Siap Produksi Mobil Listrik Di Indonesia

Di sisi lain, Harjanto sendiri mengatakan bahwa investasi itu untuk pabrik Hyundai di Indonesia yang bisa memproduksi 250.000 unit per tahun, termasuk mobil listrik. Dia menambahkan bahwa rencananya adalah untuk mengekspor 53 persen dari output pabrik yang diusulkan. Sebagian besar eskpor dengan tujuan ke ASEAN dan Australia, sementara sisanya 47 persen untuk konsumsi domestik.

Akan tetapi, hanya saja sampai detik ini tampaknya pihak Hyundai belum secara terbuka mengomentari rencananya untuk Indonesia. Walaupun begitu namun pihaknya mengatakan akan mempertimbangkan berbagai cara untuk memperluas pasar baru termasuk di Asia Tenggara. Hanya saja dalam waktu ini masih belum ada pernyataan resmi Hyundai tentang keputusan mengenai fasilitas produksi baru di wilayah tersebut.

Tak sampai di situ saja, bahkan menurut laporan yang dilansir dari The Newswire, dikatakan bahwa Hyundai memberi tahu pejabat serikat pekerja Korea Selatan pada awal tahun ini tentang rencana untuk membangun pabrik di Indonesia. Akan tetapi, salah satu tantangan yang terbilang cukup berat adalah membangun jaringan penjualan. Pasalnya, sampai detik ini Hyundai tidak memiliki pabrik sendiri di ASEAN, meskipun beberapa kendaraannya dirakit di Vietnam dan Malaysia.

Sementara itu di satu sisi, salah satu alasan kuat dipilihnya Indonesia tak lain karena Indonesia punya cadangan bijih nikel laterit yang kaya, bahan penting untuk baterai lithium-ion yang digunakan untuk menggerakkan mobil listrik.