5 Februari 2019, PT Pertamina Turunkan Harga BBM

Awal Februari 2019, Harga BBM Non Subsidi Alami Penurunan – Belum lama ini, dikabarkan bahwa PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Penurunan harga BBM ini juga mengikuti dengan turunnya harga rata-rata minyak mentah dunia. Selain itu, penurunan harga BBM ini juga merupakan dampak dari menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Penurunan harga BBM non subsidi berlaku mulai pukul 00.00 WIB Sabtu (5/1/2019).

Sementara itu di sisi lain, dalam hal ini Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pun memberikan komentar bahwa adanya penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina telah sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku. Artinya, regulasi harga BBM ini juga bukan sekedar tanpa pertimbangan sama sekali.

Awal Februari 2019, Harga BBM Non Subsidi Alami Penurunan

“Kami telah berkordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama pelanggan setia produk-produk Pertamina,” ujar Nicke dalam keterangan resminya pada Jumat (4/1/2019).

Sedangkan di satu sisi, untuk soal penurunan harganya sendiri, diketahui ada lima jenis BBM yang mengalamai penurunan harga dengan kisaran yang bervariasi. Antara lain yaitu, Pertalite turun sebesar Rp 150 per liter, Pertamax turun sebesar Rp 200 per liter, Pertamax Turbo turun sebesar Rp 250 per liter, Dexlite turun sebesar Rp 200 per liter, Dex turun sebesar Rp 100 per liter.

Dengan adanya penurunan harga tersebut, maka untuk saat ini, harga Pertalite yang sebelumnya Rp 7.800 kini menjadi Rp 7.650. Kemudian, harga Pertamax dari Rp 10.400 menjadi Rp 10.200. Sedangkan untuk harga Pertamax Turbo menjadi Rp 12.000 dan Dexlite Rp 10.300. Sementara itu di satu sisi, untuk Dex dari Rp 11.850 menjadi Rp 11.750.

Hanya saja, perlu diketahui bahwa untuk harga baru yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda-beda. Bukan tanpa alasan mengingat adanya perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah. Yang jelas, penurunan harga BBM ini akan berdampak cukup besar pada kondisi perekonomian Indonesia, termasuk industri otomotif meski penurunan harganya tak terlalu tinggi.

Top