Renault Lodgy Bakal Jadi “Kuda Hitam” bagi Xpander dan Avanza

Renault Siapkan Penantang Xpander dan Avanza – Tampaknya, pasar MPV tak akan hanya diramaikan oleh Xpander dan Avanza saja. Bukan tanpa alasan mengingat kali ini melalui agen pemegang merek (APM) baru, PT Maxindo Renault Indonesia (MRI), Renault siap kembali bertarung di dalam negeri, dan membawa banyak model baru, salah satunya MPV harga terjangkau berkapasitas tujuh penumpang.

“Dalam waktu dekat kami akan membawa MPV 7-seater dengan harga yang sangat terjangkau,” ucap Davy J Tuilan, COO MRI di Jakarta pada Senin (21/1).

Renault Siapkan Penantang Xpander Dan Avanza

Akan tetapi, hanya saja Davy tak bersedia menjelaskan lebih detail terkait kehadiran MPV tujuh penumpang yang bakal dibawanya itu. Meski demikian adanya, tapi jika merujuk pada pernyataan tersebut, Renault Lodgy yang memang sudah dipamerkan pada ajang GIIAS 2015 lalu sangat dimungkinkan adalah jawabannya.

Perlu untuk diketahui bahwa Renault Lodgy dibekali dengan mesin berkode K9K yang mana memiliki kapasitas kubikasi 1,5 liter. Mesin tersebut diklaim mampu menghasilkan hasilkan dua varian tenaga, yaitu 83,8 Tk dan 108,4 Tk. Mesin ini sama dengan Renault Duster yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Selain itu, dikabarkan juga Renault Lodgy ini diproduksi di manufaktur Renault-Nissan Chennai, India, dan kabarnya bakal memiliki dua varian mesin, yakni bensin dan Diesel.

Tak sampai di situ saja, bahkan sebelumnya sempat terungkap niat Renault untuk mengembangkan MPV terbaru yang disebut-sebut bernama RBC. Hal itu semakin menguat mengingat wujudnya yang terbungkus dalam jubah kamuflase, sempat tertangkap kamera berseliweran di India. Menurut informasi yang beredar, mobil itu menggunakan platform CMF-A+ yang diturunkan dari Kwid.

Apabila memang benar jika model ini yang diboyong, tampaknya masih belum diketahui kira-kira apa strategi MRI, khususnya agar banderol bisa kompetitif. Namun, satu hal yang sangat dimungkinkan dan masuk akal, tentunya Renault seharusnya mampu memanfaatkan aliansi (Renault-Nissan-Mitsubishi).

Bukan tanpa alasan mengingat Mitsubishi dan Nissan memiliki pabrik di Indonesia, Renault pun bisa memproduksi unit secara lokal, sehingga harga bersaing.

Akan tetapi, sangat disayangkan jika probabilitas ini langsung dibantah Guillaume Sicard yang mana Vice President Sales & Marketing Renault Asia Pacific. Disebutkannya, dirinya belum memiliki proyek terkait perakitan di fasilitas Nissan atau Mitsubishi di Indonesia.

Top