Penjualan Turun Drastis, Honda Blade 125 FI Bakal Disuntik Mati

AHM Pastikan Bakal Suntik Mati Blade 125 FI –¬†Penjualan menurun drastis dan sepinya peminat, akhirnya PT Astra Honda Motor (AHM) secara resmi menyutik mati salah satu motor bebek andalannya, yaitu Honda Blade 125 FI di Indonesia. Bahkan, pabrikan asal Negeri Bunga Sakura itu pun juga menghapus jejak produknya tersebut dari situs resminya.

Perihal tersebut, dalam hal ini Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya pun memberikan penjelasan logis. Dimana, Thomas sendiri menyebut bahwa motor bebek pabrikan otomotif Jepang tersebut semakin ditinggal konsumen setianya saat ini. Jadi, tak lain dan tak bukan hal itu menjadi alasan utama Honda harus menghentikan produksi dan penjualan dikarenakan demand-nya yang semakin mengecil.

AHM Pastikan Bakal Suntik Mati Blade 125 FI

“Iya, Blade itu kita melihat demand-nya semakin mengecil, sejauh ini kita tidak melanjutkan lagi produk itu (Honda Blade),” kata Thomas di Kemayoran, Jakarta.

Tak hanya itu saja, bahkan Thomas pun juga mengakui bahwa pihaknya saat ini hanya leboh mengandalkan tiga model di segmen bebek, yakni Supra GTR, Revo dan Supra X. Pasalnya, ketiga model tersebut masih memiliki peminat setia.

“Ada Revo, Supra X dan Supra GTR. Ada tiga kalau di bebek. (Blade) di bawah seribu demand-nya (tahun 2018). Tahun lalu sudah (setop produksi). Memang demand-nya kecil sekali,” ujar Thomas.

Sementara itu, jika menengok sejarahnya sendiri, memang di era tahun 2000-an lalu, Honda Blade memiliki pangsa pasar yang terbilang cukup tinggi. Dimana, itu tak lepas dari performanya yang menggendong mesin 125 cc dengan PGM-FI. Mesin yang dibenamkan pada motor bebek tersebut diklaim mampu menghasilkan akselerasi dan kecepatan namun tetap hemat bahan bakar.

Honda mengklaim bila Blade 125 FI mampu menghasilkan kecepatan maksimum hingga 100,7 km/jam serta akselerasi 12,6 detik pada jarak 0-200 meter.

Harganya pun juga memang terbilang cukup terjangkau. Sehingga, tak heran di era motor bebek, model Honda Blade 125 FI ini menjadi primadona yang digandrungi para konsumen.

Hanya saja, menginjak tahun ini, trend skutik dan motor sport adventure yang menggeser harus memaksa pasar motor bebek meninggalkan tahta dominasi segmentasinya.

Top