Nissan Buka Kran Pesanan Livina-Xpander

MPV Livina-Xpander Sudah Siap Dipesan – Belum lama ini, dikabarkan bahwa ada beberapa diler Nissan yang berada di wilayah Jakarta, sudah mulai membuka kran untuk pemesanan Low Multi Purpose Vehicle (LMPV), buatannya, yaitu kembaran Mitsubishi Xpander. Menariknya, dilaporkan juga bahwa bagi konsumen yang ingin memesan, hanya cukup membayar uang tanda jadi Rp 5 juta disertai dengan menyerahkan foto copy KTP.

Selain itu, untuk soal jadwal perkenalan mobil Nissan yang juga kembaran Xpander ini, beberapa dealer Nissan yang ada di Jakarta pun juga secara umum mengatakan bahwa, konsumen sudah bisa melihat unit pada 25 Agustus 2019 ini.

MPV Livina Xpander Sudah Siap Dipesan

“Jadi peluncurannya juga di akhir bulan ini. Informasi yang saya dapat, konsumen bisa melihat langsung unitnya di akhir bulan ini juga,” ucap wiraniaga Dealer Suzuki di wilayah Jakarta yang identitasnya dirahasiakan ini.

Di sisi lain, salah satu tenaga penjual dari salah satu dealer Suzuki pun juga memberikan konfirmasi. Dimana, nantinya untuk proses pengiriman unit ke pembeli akan dilakukan pada awal Agustus 2019. Hanya saja, ia menambahkan bahwa mengenai estimasi harga belum bisa diinformasikan ke calon konsumen LMPV itu.

“Jadi kalau mau pesan nanti di suratnya bisa ditulis, menunggu unit dan harga. Jika merasa tidak cocok dengan harga maka bisa batal, dan uang tanda jadinya akan kembali, jadi sekarang yang mau inden lebih awal saja,” ujar tenaga penjual itu.

Sedangkan di satu sisi, jika mendasarkan atas beberapa informasi terbaru yang kini sudah mulai beredar, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) memang akan merilis kembaran Xpander pada awal 2019. Ditegaskan juga bahwa Low MPV buatan Nissan yang satu ini kabarnya bakal menggunakan basis Xpander. Bukan tanpa alasan mengingat secara global Nissan menguasai 34 persen saham Mitsubishi.

Sebagai satu aliansi, maka untuk memperkecil biaya riset dan produksi, antara anggota bisa berbagi platform kendaraan.

Di satu sisi, memang Low MPV Nissan berbasis Xpander tersebut merupaka  strategi pasar Nissan dalam melebarkan dominasinya di pasar Indonesia. Bukan tanpa alasan mengingat pabrik Nissan sendiri kabarnya telah mengakuisisi Mitsubishi dengan saham 34%.

Top