Pemesan Avanza 2019 Harus Inden 2 Bulan

Pesanan Avanza Facelift 2019 Kian Meningkat Perlahan – Toyota Indonesia memang menjadi salah satu APM (Agen Pemegang Merk) yang memiliki prestasi mumpuni di kancah pasar otomotif nasional. Hal itu semakin dibuktikan dengan dihadirkannya Avanza Facelfit 2019 yang terbilang cukup sukses dalam memikat konsumen.

Tak sampai di situ saja, bahkan hingga saat ini Toyota Indonesia juga masih menguasai pasar otomotif Tanah Air. Dan Auto2000 sebagai main dealer Toyota mendominasi dengan penjualan paling tinggi.

Pesanan Avanza Facelift 2019 Kian Meningkat Perlahan

“Kami menguasai 43 persen dari penjualan Toyota di Indonesia. Kami berharap 43 persen ini bisa kami pertahankan di tahun ini,” ujar Martogi Siahaan, Chief Executive Auto2000 di Grand Indonesia pada Kamis (14/2/2019).

Martogi sendiri pun juga turut menyebutkan bahwa produk-produk yang mendominasi penjualan Auto2000 di antaranya Avanza, Calya, Rush, Agya dan Innova. Terkhusus Avanza facelift 2019 yang kini tampaknya menjadi primadona yang secara konsisten menyumbangkan penjualan terbanyak.

Dimana, kehadiran Low MPV bernama Avanza terbaru ini secara tak langsung memicu atau paling tidak memberikan dorongan terhadap penjualan Auto2000. Tingginya permintaan membuat inden atau waktu tunggu unit terjadi cukup lama.

“Beli Avanza sekarang yang pasti tidak bisa ready, Anda bisa menafsirkan sendiri apa penyebabnya itu,” kata Martogi.

“Inden beberapa tipe tertentu bisa sampai 1,5 bulan. Ada juga yang sampai 2 bulan tergantung warna dan tipenya. Saat ini yang paling banyak peminatnya adalah G manual,” Martogi menambahkan.

Di sisi lain, dengan inden Avanza yang harus menunggu paling tidak 2 bulan tersebut memang semakin menunjukkan kalau secara perlahan peminat Avanza model facelift 2019 ini semakin mengalami kenaikan. Sehingga, sangat dimungkinkan sekali akan mengancam keberadaan Xpander yang saat ini masih menjadi pesaing beratnya.

Terlepas dari itu, Daihatsu Xenia facelift yang juga menjadi bagian sub-brand lain dari Toyota mengingat sahamnya mayoritas dipegang oleh Toyota pun kini sudah mulai juga kini semakin mengalami peningkatan pesanan. Tak heran jika pasar Low MPV di Indonesia memang menjadi segmen yang paling ketat selain SUV dan sedan premium.