Invasi Pabrik Mobil Asal Cina Tak Bikin HPM Takut

HPM Anggap Biasa Saja Invasi Pabrikan Cina – Salah satu agen pemegang merk pabrikan Honda di Indonesia, yaitu Honda Prospect Motor (HPM) belum lama ini memberikan sebuah statement menarik. Dimana, pihaknya mengaku tak merasa khawatir dengan kehadiran SUV asal Tiongkok, yakni Wuling Almaz dan DFSK Glory 560 yang peluncurannya digandang-gadang mampu memperketat persaingan di Indonesia.

Meski begitu, PT HPM sendiri masih optimis dengan dua model garapannya, yaitu HR-V dan CR-V dengan brand yang jauh lebih tinggi sehingga diklaim mampu menduduki posisi tertinggi di segmen SUV.

HPM Anggap Biasa Saja Invasi Pabrikan Cina

Sementara itu di sisi lain, Jonfis Fandy yang dalam hal ini selaku Marketing & After Sales Service Director HPM memberikan penjelasannya. Dimana, masih terbatasnya kesiapan infrastruktur produsen dari Cina menjadi landasan kepercayaan pihak HPM untuk percaya diri.

“Kami tidak khawatir. Bisa sama-sama untung, oke. Tapi mereka harus membangun infrastruktur kan. Kepercayaan konsumennya penting, itu yang sekarang kita tiap tahun harus improve,” jelas Jonfis di Jakarta pada Minggu (17/02).

Tak sampai di situ saja, bahkan di lain sisi pihak HPM pun juga turut meyakini bahwa karakter konsumennya berbeda dengan kedua merek itu. Meskipun dua mobil (Almaz dan Glory 560) itu dipercaya bakal berbanderol sangat kompetitif, bahkan lebih murah dari HR-V dan CR-V namun tetap saja nilai branding atau “gengsi” akan dipertimbangkan konsumen. Apalagi, kesan “mobil buatan Cina” yang saat ini masih dianggap sebelah mata oleh konsumen.

Sedangkan di satu sisi, dalam kesempatan lain pun Jonfis juga enggan untuk berkomentar soal harga. Ia hanya bisa memastikan, produk yang ditawarkan pihaknya berkualitas, serta memiliki layanan aftersales terbaik.

“Tipe konsumennya berbeda dengan kami. Sampai saat ini, belum ada konsumen yang datang setahu kami, melalui survei dan pemantauan kami dari lapangan, tidak ada yang membandingkan CR-V dengan Almaz,” ucapnya.

“Ya mereka punya strategi sendiri, ada barang, ada harga, semua juga tahu. Saya tidak bisa komentari itu. Kalau dari segi produk Anda bisa lihat di brosur, jelas kok. Kalau yang tidak terlihat di brosur, saya tidak berani ngomong,” tambahnya.

Top