Era Bahan Bakar Alternatif : Pertamina Kembangkan yang Berstandar Euro 5

Pertamina Kembangkan Bahan Bakar Standar Euro 5 – Sudah menjadi rahasia umum kalau bahan bakar fosil terus menipis. Bahkan sangat mungkin akan segera habis. Padahal penggunaan bahan bakar memang menjadi kebutuhan yang tidak terhindarkan lagi. Kalau sudah begitu, sumber tenaga alternatif memang menjadi solusi besarnya. Para produsen otomotif pun sedang gencar-gencarnya memproduksi kendaraan dengan bahan bakar alternatif, sehingga tidak terlalu bergantung lagi pada ketersediaan bahan bakar fosil, seperti BBM.

pertamina siapkan bahan bakar alternatif

Untuk yang satu itu, ternyata Pertamina tidak mau tinggal diam. Usaha untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil pun dilakukan. PT Pertamina (Persero) bahkan tengah mengembangkan beberapa jenis bahan bakar alternatif. Bahkan, salah satu dari beberapa jenis tersebut bisa menghasilkan bahan bakar dengan standar Euro 5.

“Untuk mengurangi konsumsi BBM, khususnya Solar kami sedang melakukan pengembangan bahan bakar alternatif yang masih dalam tahap uji coba,” jelas Vice President Research and Development Direktorat Pengolahan Pertamina,  Eko Wahyu Laksmono, seperti dikutip dari Liputan6. Lalu apa saja bahan bakar alternatif yang sedang dipersiapkan oleh Pertamina? Mas Sena punya infonya untuk anda.

Saat ini, Pertamina tengah mengembangkan tiga jenis bahan bakar alternatif. Ketiganya adalah Bio-Diesel Euro 5, bahan bakar dari lumut atau Algae to Oil, dan Diesel Emulsion. Kabar baiknya, dua dari tiga jenis yang diteliti, berbasis energi baru dan terbarukan dengan potensi yang sangat besar di Indonesia. Jadi, ketersediaannya di negara kita lebih terjamin.

“Bio-Diesel yang comply terhadap standard Euro 5 diperoleh dari proses kimiawi dengan bahan baku 100 persen palm oil dengan katalis Hydrotreated Bio-Diesel yang dihasilkan oleh tim R&D Pertamina”, jelas Eko Wahyu.

Sementara untuk lumut, Indonesia yang berada di iklim tropis,  sangat cocok untuk pengembangan Bio-Diesel berbasis algae. Bahkan, Algaedapat diproses menjadi Bio-Diesel dengan standard Euro 4- Euro 5. Sementara itu, Diesel Emulsion dihasilkan dari komposisi Diesel, air, dan surfaktan. Ketepatan formula dan pilihan surfaktan menjadi kunci dari terbentuknya emulsi yang sempurna antara Diesel dan air. Baca juga 45 Persen Konsumen Honda HR-V Kaum Hawa dan Yamaha NMAX Berharga Rp 27,4 Juta.

 

 

Top