Toyota Dongkrak Penjualan Avanza 2019

Kejar Xpander, Toyota Geber Penjualan Avanza – Salah satu kendaraan keluarga atau low multi purpose vehicle (LMPV) andalan PT Toyota Astra Motor (TAM), Avanza 2019 secara resmi memang telah diluncurkan di Indonesia, pada pertengahan Januari 2019 lalu. Namun, hanya saja pada bulan yang sama, penjualan yang juga saudara kembar dari Daihatsu Xenia ini malah disalip oleh pesaing beratnya, yang tak lain dan tak bukan Mitsubishi Xpander.

Bukan tanpa sebab mengingat kali ini, Mitsubishi Xpander tercatat telah berhasil terkirim sebanyak 5.708 unit pada Januari 2019. Sedangkan di sisi lain, penjualan Toyota Avanza 2019 hanya mampu terdistribusi 5.568 unit.

Kejar Xpander, Toyota Geber Penjualan Avanza

Terkait dengan catatan tersebut, dalam hal ini Anton Jimmi yang mana selaku Direktur Pemasaran TAM, untuk penjualan wholesale sales (pabrik ke diler) pada Februari sekitar 6.000-an unit. Akan tetapi, hanya karena perhitungan hari belum selesai sepenuhnya, pastinya bakal dihitung lebih detail.

“Prediksi kita pada Oktober 2019 (wholesale) mudah-mudahan bisa di atas 7 ribuan unit lah,” jelas Anton saat berbincang dengan wartawan di Yogyakarta, belum lama ini.

Selain itu, Anton sendiri juga mengatakan bahwa untuk SPK Toyota Avanza hingga saat ini sudah diklaim mencapai 15 ribuan unit. Bahkan, untuk masa waktu alias inden mobil sejuta umat ini bisa 1,5 sampai 2 bulan.

“Tapi kami akan kejar pada Oktober 2019 mudah-mudahan produksinya sudah mulai normal, ke arah 7.000 unit sampai 8.000 unit. Pada April atau Mei kan mendekati lebaran, jadi semoga pada saat itu indennya sudah bisa lebih pendek. “Karena kalau kami mau, konsumen itu menunggu ya maksimal satu bulan.” tegasnya.

Nah, dengan kisaran waktu tunggu yang lebih pendek, maka secara otomatis konsumen tidak bakal berpindah untuk membeli model lain.

“Pengalaman kita untuk peluncuran model baru, inden dari 1,5 bulan sampai 2 bulan itu masih bisa diterima. Tapi kalau lebih dari itu, memang banyak yang tergoda untuk memilih model lain,” pungkasnya.