Diganggu Almaz, Honda CR-V Tak Ambil Pusing

Honda Tak Khawatir CR-V Diganggu Almaz – Wuling Almaz memang saat ini langsung menjadi salah satu mobil baru yang kian diminati oleh para konsumen. Bahkan, jika mendasarkan atas data wholesales (distribusi pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), teatnya pada Februari 2019 Wuling sudah mengapalkan Wuling Almaz sebanyak 586 unit.

Sementara itu, di sisi lain agaknya ada model buatan lain yang merasa sedikit terganggu. Salah satunya yaitu Honda CR-V 1.5 Turbo yang mana baru terdistribusi 454 unit. Terkait dengan itu, Direktur Pemasaran dan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy sendiri pun mengatakan bahwa secara wholesales jelas perusahaan menyeimbangkan kondisi, tetapi retailnya bisa dilihat, CR-V 1.5 Turbo menyentuh 1.000-an unit.

Honda Tak Khawatir CR V Diganggu Almaz

“Secara total Januari-Februari 2019 sekitar 3.000-an unit. Itu kan yang dihitung wholesales, coba kalau retailsales,” kata Jonfis di acara media test drive Brio di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (20/3/2019).

Selain itu, Jonfis sendiri juga turut menjelaskan bahwa kehadiran SUV “murah” ini bukan sebagai ancaman buat Honda. Bukan tanpa alasan mengingat tidak melulu mobil yang punya dibanderol kompetitif bisa langsung diterima oleh konsumen.

“Konsumen juga mempertimbangkan banyak hal, harga jual kembali, hingga fitur dan lain sebagainya,” ucap Jonfis.

Tak hanya itu, belum lagi bahwa sampai detik ini masih belum pernah ada konsumen Honda yang langsung membandingkan CR-V dengan merek otomotif asal China itu. Pasalnya, jelas secara karakter pembeli juga berbeda, sehingga tidak akan bermasalah meskipun banyak pendatang baru.

“Kalau pembeli kami sudah jelas mereka tidak hanya memikirkan harga saja, tetapi fitur hingga harga jual kembalinya lagi seperti apa,” ucap Jonfis.

Di sisi lain, branding Honda dengan Wuling agaknya juga terlalu jauh dari segi pasar. Mengingat, Honda sudah lebih dulu memasuki pasar mobil yang sampai detik ini masih memiliki pangsa pasar yang cukup kuat dan luas.

Top