Mobil LCGC Bakal Dikenai Pajak

Mobil Murah di Indonesia Bakal Tetap Dikenai Pajak – Terkait dengan peraturan mengenai pajak kendaraan, saat ini pemerintah diektahui tengah menggodok harmonisasi skema baru untuk Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Dimana, kebijakan baru yang akan diresmikan menyebut jika kendaraan bakal dikenakan pajak tidak lagi berdasarkan kapasitas mesin, namun berdasarkan emisi gas buang.

Tak hanya soal mengatur pajak mobil hybrid dan listrik, nantinya PPnBM baru ini juga mengatur kategori Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2). Selain itu, apabila sebelumnya mobil murah ini tidak dikenakan pajak alias 0 persen maka untuk skema baru ini akan dikenakan pajak sebesar 3 persen. Tentu saja, hal ini akan berpengaruh pada kondisi minat pasar otomotif di Indonesia.

Mobil Murah Di Indonesia Bakal Tetap Dikenai Pajak

Di sisi lain, berdasarkan atas kebijakan pemerintah tersebut, dalam hal ini Marketing & After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy pun menyebut pihaknya masih tetap menunggu keputusan akhir pemerintah terkait pajak tersebut. Nah, berkenaan dengan pajak LCGC ini nantinya segera bakal diketahui dampaknya jika memang sudah direalisasikan di pasar otomotif nasional.

“Pasti semua mobil akan naik (harganya) kalau PPnBM LCGC naik. Tidak peduli Honda atau merek apapun, semua akan naik tiga persen,” jelas Jonfis saat berbincang dengan wartawan di Sentul, bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Tak sampai di situ saja, bahkan Jonfis pun juga mengungkapkan bahwa dengan kenaikan harga karena PPnBM ini, pastinya pasar LCGC bakal menyusut. Pasalnya, harganya pun bakal naik. Dan dengan harga yang semakin mahal, tentu saja bakal mempengaruhi konsumen untuk memilih sesuatu produk.

“Mungkin awal-awal akan seperti itu. Tidak hanya itu, semua yang terkena harga naik ini akan terkena dampak, jadi kami harus lihat bagaimana,” pungkasnya.

Dengan kebijakan pemerintah terkait PPnBM ini, sudah barang tentu pasar LCGC di Indonesia bakal semakin tertekan. Pertanyaannya, apakah mobil murah di Indonesia tetap akan bertahan? Tentu, akan lebih jelas jika kita melihat saat kebijakan ini berlaku.

Top