Yuk Ganti Oli Mobil Sendiri di Rumah…!!!

Ganti Oli Mobil Sendiri di Rumah – Oli memang menjadi salah satu hal penting bagi keberlangsungan “hidup” sebuah kendaraan. Anda sendiri pasti bisa merasakan bagaimana performa mesin jika oli kendaraan anda terlambat diganti. Jika komponen cair yang satu ini terlambat diganti, fungsi komponen mesin yang lain pastinya juga tidak akan berjalan dengan maksimal. Maka, Mas Sena ingatkan untuk mengganti oli mobil secara rutin. Ganti oli mesin untuk mobil bekas adalah setiap 3000 km. Sementara itu untuk mobil baru adalah setiap 5000 km. Bengkel biasanya menuliskan di label untuk 5000 km setelahnya harus ganti oli. Kita sebagai pemilik mobil bekas sebaiknya melakukannya setiap 3000 km, karena biasanya oli lebih mudah hitam. Apalagi jika belum pernah turun mesin.

mengganti oli mobil sendiri di rumah

Kalau kita berbicara soal penggantian oli, mengganti oli mobil di bengkel memang masih menjadi hal yang praktis. Namun, lain ceritanya jika antrean panjang justru ada di depan anda. Yang ada kita menjadi malas dan akhirnya menunda-nunda lagi penggantian oli. Kalau sudah begitu, mengganti sendiri oli mobil di rumah memang jadi alternatif yang cukup bagus. Untuk pertama kali, lebih baik anda mengamati yang dilakukan montir bengkel ketika ganti oli. Ini pasti jadi “modal” yang bagus, untuk kemudian dicoba sendiri di rumah padapenggantian berikutnya. Tapi yang perlu diingat, mengganti sendiri oli mobil perlu perhatian khusus lho. Mekanik di bengkel United Oil Station, Yustinus menjelaskan bahwa penggantian oli yang salah, sangat mungkin menimbulkan masalah yang fatal.

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuang oli bekas dengan membuka karter oli dari bagian bawah. Pemilik mobil juga disarankan untuk membuka penutup lubang yang biasanya untuk menuangkan oli di balik kap mobil.

“Kita tinggal buka aja di bawah ya di karter oli, terus kita buka tutup olinya itu yang buat pengisiannya biar udaranya keluar semua. Nanti oli itu turun ke bawah semua,” kata Yustinus seperti yang dijelaskan kepada detikOto.

Yang perlu anda perhatikan pada tahap ini adalah jangan sembarangan membuka penutup oli tersebut. Penutup itu dianjurkan agar tidak dibuka secara keseluruhan. Hal ini mengantisipasi agar tidak ada benda asing yang masuk. Ini mungkin terlihat sepele. Tapi jangan salah! Jika ada benda asing yang masuk, mesin mobil sangat mungkin mengalami  masalah. Bahkan,  bisa berakibat turun mesin.

“Jadi yang atas jangan dibuka semuanya, kalau bisa asal dikendurin aja jadi udara panasnya keluar semua, kotorannya turun semua ke bawah. Jangan dibuka semua. Kalau dibuka semua ya kita takut kejatuhan benda apa gitu,” lanjut Yustinus.

Pembuangan oli bekas itu tidak memakan banyak waktu. Menurut Yustinus, sekitar 5 sampai 6 menit oli bekas sudah terbuang semua. Anda cukup memastikan bahwa tidak ada lagi oli yang menetes. Nah, yang tidak boleh dilupakan juga adalah menyediakan tempat untuk menampung oli bekas. Tentunya jangan sembarang membuangnya juga,  karena itu limbah.

Setelah oli bekas selesai dibuang, tutup kembali karter bawahnya. Selanjutnya, isi oli baru sesuai kapasitas penampung oli pada mobil. Untuk jumlah oli yang harus diisi, sudah pasti dianjurkan oleh setiap pabrikan. Misalnya,  saja Toyota Avanza. Mobil ini cukup diisi oli sebanyak 3 liter. Sementara itu untuk  Kijang Innova cukup 5 liter.

Untuk perawatan selanjutnya kita bisa mengecek dengan mencabut alat cek oli yang berbentuk seperti lidi. Dengan melihat ujungnya, anda akan dapat mengetahui  apakah masih dalam batas tertentu atau berkurang, apakah sudah hitam atau masih bening. Baca juga Answer Back System Permudah Pencarian Motor Saat Parkir dan Indonesia Bakal Jadi Poros Otomotif Asean.

 

Top