Bakal Diproduksi Lokal, Akankah Harga Jimny Lebih Terjangkau?

Suzuki Diharapkan Sanggup Redam Harga Jimny – Setelah secara resmi diluncurkan dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 lalu, kini mobil ikonik milik pabrikan otomotif Jepang, yaitu Suzuki Jimny sukses menarik perhatian pecinta otomotif Tanah Air.

Apalagi, semenjak cukup lama menggoda publik, kini di pertengahan tahun 2019 ini, dikabarkan bahwa PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) akhirnya membuka pemesanan Suzuki Jimny. Kran pesanan tersebut mulai dibuka, tepatnya pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 dan dealer.

Suzuki Diharapkan Sanggup Redam Harga Jimny

Di samping itu, dengan mendasarkan atas besarnya animo masyarakat pada mobil disegmen SUV ini, Suzuki Indonesia mengaku memiliki keinginan yang cukup besar untuk melakukan perakitan Jimny secara lokal.

“Memang kami ingin melokalisasi Jimny dan saat ini kami sedang berusaha ke arah sana. Momen salah satunya untuk meyakinkan prinsipal kami. Salah satunya pameran otomotif ini untuk menyakinkan prinsipal kalau market Jimny di Indonesia cukup banyak,” kata Donny Saputra, Direktur Pemasaran 4W PT SIS.

Sementara itu, pada saat disinggung kemungkinan harga akan lebih terjangkau apabila Suzuki Jimny dirakit secara lokal, Dony sendiri mengaku faktor penentuan harga sebuah kendaraan bukan hanya terkait biaya produksi. So, hal itu belum bisa dijadikan penentu bahwa harga Jimny bakal turun meski diproduksi lokal.

“Untuk harga itu banyak variabelnya. Sebentar lagi ada rencana untuk merevisi PP Nomor 41 masalah pajak PPnBM yang bentuknya berubah dari kubikasi kendaraan menjadi emisi karbon dan sebagainya. Kalau itu terjadi efeknya banyak, jika sebelumnya mobil 4×4 terkena pajak 30 persen, kalau base on emisi bisa lebih murah,” ujarnya.

Di satu sisi, jika memang ada perubahan dari sisi pajak dan produksi Jimny benar dilakukan di Indonesia, Dony mengatakan kemungkinan bukan hanya dari penurunan harga yang ditawarkan tapi lebih kepada fitur-fitur unggulan yang disematkan akan lebih berlimpah.

“Harapan kami nanti mungkin banyak pilihannya bisa lari ke harga atau penambahan fitur dan lain sebagainya, nanti tergantung respon pasar,” tutur Dony.

Top