Oli TOP1 Mengajak Bikers Hindari Kebiasaan Jelek Ini!

Fungsi oli bagi motor sangatlah penting, selain berfungsi untuk pelumasan, oli juga berfungsi sebagai pendingin, pembersih, sekaligus melindungi kinerja mesin. Namun sebagai besar penggguna motor di Indonesia masih menganggap sepele fungsi dari oli dan kerap kali memiliki kebiasaan jelek jarang mengganti oli.

Oli TOP1 MC Untuk Honda CBR 150 2

Akmeilani, selaku Brand Activation Manager PT Topindo Atlas Asia (Distributor oli TOP1 di Indonesia) mencoba menjelaskan beberapa risiko yang dapat timbul dari kebiasaan jelek jarang mengganti oli motor

“Telat ganti oli itu kebiasaan jelek, yang punya dampak buruk buat mesin, seher dan bearing crankshaft akan lebih cepat aus. Belum lagi kondisi keausan dari part lainnya,” ungkap Akmeilani

Karena hal ini, oli TOP1 Indonesia bersama beberapa komunitas 2W mengadakan kegiatan sunmori dan ganti oli bareng, melalui kegiatan ini pula oli TOP1 mengedukasi para bikers akan bahayanya punya kebiasaan jelek jarang ganti oli.

“Jadi oli TOP1 ingin terus konsisten mengedukasi rekan rekan komunitas dengan cara yang fun, salah satu caranya adalah kegiatan sunmori ini” ujarnya

Selain itu, Akmeilani juga memaparkan beberapa kerugian lain yang mungkin dapat ditimbulkan dari kebiasaan jelek jarang mengganti oli, antara lain:

  1. Mesin jadi overheating

Salah satu fungsi oli tentu sebagai pendingin. Jika oli mesin motor sudah dalam keadaan jelek dan volumenya berkurang karena terlambat diganti, maka oli tak lagi mampu mendinginkan mesin dengan baik.

Jika dibiarkan seperti itu terus, lama kelamaan komponen mesin bisa rusak, seperti kepala silinder akan melengkung dan harus diganti.

Oli dengan kualitas terbaik sekalipun juga memiliki batasan masa pakai, penting bagi setiap bikers untuk mengetahui jadwal ganti oli motornya” jelas Akmeilani

  1. Kinerja Mesin Menurun

Jarang melakukan pergantian oli akan beresiko performa mesin menjadi jelek dan payah. Karena fungsi oli pada mesin sangatlah vital, ketika kondisi oli yang sudah jelek atau berkurang, otomatis akan berpengaruh dengan performa mesin

Akmeilani juga menjelaskan, penggunaan oli dengan bahan dasar synthetic seperti oli TOP1 MC Series memiliki kualitas dan masa pakai yang lebih lama dibanding oli biasa, penggunaan oli sintetik dirasa sesuai untuk bikers yang tak punya banyak waktu untuk bulak-balik bengkel tiap bulan hanya untuk ganti oli.

Oli TOP1 MC Untuk Honda CBR 150

Oli TOP1 MC Series sudah melebihi standar OEM dan industri terbaru, diformulasikan dengan bahan dasar synthetic tingkat tinggi dan teknologi “Maximum Protection” untuk memberikan perlindungan optimal lebih tahan lama menghadapi berbagai cuaca dan kondisi jalan yang tak menentu.

  1. Bahan Bakar Lebih Boros

Meski tak terlihat korelasinya, namun ketika mesin menyala, maka sejumlah komponen mesin akan terjadi gesekan. Jika oli mesin lama tidak diganti dan kinerja oli berkurang, maka gesekan antar komponen mesin tersebut akan makin kasar dan keras.

Hal ini membuat tarikan mesin jadi lebih berat, sehingga yang terjadi adalah dibutuhkannya lebih konsumsi bahan bakar. Tentu saja, ini membuat alokasi pembelian BBM meningkat.

  1. Merusak Komponen Mesin

Hanya karena jarang ganti oli, banyak komponen yang menjadi cepat aus. Maka dari itu, kurang maksimalnya pelumas melumuri komponen dengan tepat, dapat mengakibatkan kerusakan pada part lainnya.

Resiko yang paling jeleknya yaitu turun mesin. Jika ini terjadi, maka langkah yang harus dilakukan adalah mengganti komponen dengan baru dan mengeluarkan biaya lebih banyak.