Motor Trail Honda Jadi Model Sport yang Laris

Honda CRF150L Jadi Model Pendongkrak Penjualan Honda – Sebagai salah satu motor trail, Honda CRF150L tampaknya menjadi salah satu dari sekian banyak model motor sport Honda yang cukup memiliki banyak peminat. Bahkan, sejak resmi dijual di Indonesia pada beberapa tahun lalu, model ini sudah langsung bisa diterima di masyarakat.

Selain itu, perlu untuk diketahui juga bahwa dalam penjualan motor Honda ini, persentase atau besaran yang ditorehakan CRF150L ini terbilang cukup tinggi. Selain itu, bisa dikatakan torehan yang dicapai motor trail ini bisa memicu penjualan motor tipe sport Honda.

Honda CRF150L Jadi Model Pendongkrak Penjualan Honda

“Rata-rata (penjualan CRF150L) 4.000an unit per bulan. Motor adventure atau off-road itu memang mulai berkembang, dari kontribusi 2 persen sekarang sudah dua digit antara 10-12 persen terhadap total (tipe) motor sport,” terang Direktur Pemasaran Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya saat ditemui di arena MXGP 2019 Palembang, di Sirkuit OPI Mall, tepatnya pada Sabtu (6/7/2019).

Di sisi lain, jika menelisik terkait penjualan motor trail yang satu ini, memang tak bisa dilepaskan dari strategi pemasaran pihak AHM. Dimana, tipe CRF150L ini dijual secara nasional dengan penyebaran yang cukup merata.

“Penyebarannya cukup merata, mirip dengan kondisi nasional. 60% masih di Jwa, sedangkan 20% tersebar di wilayah Sumatra dan sisanya ada di Kalimanatan maupun Sulawesi,” ujar Thomas.

Tak hanya itu saja, bahkan Thomas pun juga menyebut dan menilai bahwa sampai detik ini, tampaknya pembeli CRF150L adalah para penghobi motor trail. Hal ini sebagaimana dengan yang diungkapkan oleh Thomas, “Konsumen fleet sejauh ini belum banyak, jadi kebanyakan customer hobi,” tegasnya.

Di satu sisi, Thomas sendiri juga mengatakan bahwa pihak AHM tak akan memberikan tawaran berupa varian supermoto dari CRF150L ini. Hal itu tentunya tak lepas dari para konsumen yang justru lebih suka dan nyaman untuk memodifikasi sendiri.

“Kami melihat konsumen di fun bike sport ini suka modifikasi sendiri. Jadi kami ingin memberikan kebebasan mereka sembari dilihat perkembangannya ke depan seperti apa,” ujar Thomas ketika ditanyai soal target konsumen.

Top