Pesan di GIIAS 2019, Triber Bakal Dikirim Tahun 2020

Belum Rilis Harga, Renault Berani Buka Inden Triber di GIIAS 2019 – Setelah sempat menjadi rumor yang cukup meruak beberapa bulan terakhir, akhirnya melalui PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) turut menghadirkan mobil barunya, yaitu Triber pada ajang GIIAS 2019 pada Kamis 19 Agustus 2019. Namun, meski turut serta di ajang tersebut, tetap saja pihak PT MRI belum memberikan konfirmasi soal harganya.

Fakta seperti ini memang memicu pertanyaan dari para pengunjung. Namun, dalam hal ini Chief Operation Officer PT MRI, yakni Davy J Tulian memberikan penjelasan. Dimana, menurutnya soal kesepakatan harga sampai detik ini masih dimusyawarahkan. Kalau belum ada kepastian harga, MRI tak akan menerima inden Triber dulu.

Belum Rilis Harga, Renault Berani Buka Inden Triber Di GIIAS 2019

“Kita belum pasti bisa umumkan harga di sana (GIIAS) atau tidak, tapi akan kita usahakan. Untuk pemesanan, itu kita juga tergantung bagaimana nanti, kalau di GIIAS kita umumkan harga artinya pemesanan sudah kita buka, tapi kalau belum yak kita belum bisa buka,” ucap beberapa pekan lalu.

Namun, saiapa sangka justru kondisi tersebut berubah. Bukan tanpa alasan, karena walaupun sampai detik ini belum ada patokan harga yang pasti, tetapi pihak PT MRI sudah berani membuka inden untuk Triber. Bahkan, Davy sendiri mengungkapkan jika para konsumen ingin membeli Triber ini, hanya perlu membayar uang tanda jadi atau DP sebesar Rp 3 juta.

Walaupun begitu, hanya saja untuk pengiriman unitnya sendiri akan diproses pada tahun 2020 yang akan datang. Sehingga, bagi yang sudah memesan di GIIAS 2019, baru bisa mendapatkan Triber ini di tahun 2020.

“Sudah bisa (pesan) dengan bayar Rp 3 juta, tapi untuk unit tidak bisa langsung dapat, karena harga sampai sekarang belum ada. Paling cepat konsumen baru bisa dapat pesanan di bulan-bulan awal 2019 nanti,” ujar tenaga penjual Renault dengan tegas pada Kamis (18/7/2019).

Jika melihat kondisi soal pengiriman unit sejak waktu inden yang memiliki rentang 1 tahun, tentunya tak lepas dari jumlah unit yang diproduksi oleh pihak prinsipal pabrik. Sehingga, mau tak mau pihak PT MRI harus mengikuti kebijakan dari pabrik Renault.

Top