Nissan Anggap X-Trail dan Terra Tidak “Kanibal”

Nissan X-Trail dan Terra Beda Target Konsumen – Seperti yang diketahui bahwa Nissan X-Trail model teranyar memang sudah diluncurkan secara resmi pada ajang GIIAS 2019 lalu. SUV buatan pabrik asal Jepang ini harganya dibanderol Rp 530 jutaan.

Melihat rentang harganya itu, agaknya X-Trail memiliki kesamaan dnegan produk lain, yaitu Nissan Terra. Pasalnya, mobil ini dijual di rentang harga yang sama, yakni Rp 467 jutaan sampai Rp 665 jutaan OTR DKI Jakarta.

Nissan X Trail Dan Terra Beda Target Konsumen

Terkait dengan hal tersebut meski sama-sama bersaing di kelas SUV dari satu produsen namun pihak Nissan menegaskan jika kedua model tersebut tak akan bersaing berebut konsumen. Bukan tanpa alasan mengingat untuk target konsumennya sendiri berbeda.

Perlu untuk disampaikan bahwa untuk X-Trail sendiri, memang dihadirkan sebagai mobil bagi kaum urban yang tinggal di perkotaan. Sedangkan, untuk nissan Terra, ditujukan khusus bagi pengguna yang menyukai area off road.

Tak sampai di situ, walaupun sama-sama tipe SUV namun keduanya memiliki perbedaan juga dari segi spesifikasi. Tentu saja, hal itu semakin mempertegas bahwa keduanya memiliki target pasar yang sedikit berbeda.

Terkait hal itu, dalam hal ini Hana Maharani selaku Head of Communication Nissan Motor Indonesia (NMI) menyebut bahwa perbedaan antara XTrail dan Terra terletaj pada konsep desain dan sasis yang digunakan. Ia mengatakan jika XTrail mengusung sasis monosock sedangkan Terra membawa sasis model ladder frame.

“Penggunaan ladder frame pada Terra membutnya lebih tangguh. Karena habitatnya di sana (non aspal). Sedangkan kalau X-Trail pakai sasis monokok jadi lebih nyaman di perkotaan,” jelas Hana ketika ditanyai soal keunggulan fitur X-Trail di GIIAS 2019, belum lama ini.

Kemudian, untuk soal konsep desain eksteriornya sendiri pun juga katanya memiliki gaya berbeda. Hana menyebut jika Nissan X-Trail lebih mengedepankan tampilan yang mdoern dan elegan. Sementara itu, untuk Terra sendiri mengusung konsep desain yang memperkuat kesan ketangguhan sehingga memberikan kesan seolah mobil ini kuat dikendarau di medan jelajah alam (off road).

“Desainnya juga keduanya kan berbeda. Jadi konsumennya punya segmen yang berbeda,”kata Hana.

Top