Angka Penjualan Motor Honda di Jateng Turun Drastis

Penjualan Motor Honda di Jateng Alami Kemunduran – Meski diklaim memiliki pangsa pasar yang luas di Indonesia, namun agaknya Honda masih memiliki beberapa persoalan, khususnya soal penjualan produk kendaraan roda duanya. Pasalnya, belum lama ini tersiar kabar bahwa angka penjualan sepeda motor Honda di wilayah Jawa Tengah (Jateng) mengalami penurunan yang cukup tinggi. Bukan sekedar hoax semata melainkan sebuah fakta mengingat kabar itu disampaikan langsung oleh Ronaldo Widjaja selaku Kepala Wilayah Astra Motor Jateng.

“Market Jawa Tengah dibanding tahun lalu sedikit terkoreksi,” katanya di sela acara Astra Honda Motor Technical Skill Contest (AHM-TSC) 2019 di Semarang, Jawa Tengah pada Selasa (19/8/2019).

Penjualan Motor Honda Di Jateng Alami Kemunduran

Agaknya, penurunan jumlah penjualan motor ini memiliki beberapa alasan yang logis. Dimana, menurut Ronaldo, turunnya penjualan sepeda motor asal Negeri Samurai itu lantaran sektor agrobisnis yang menjadi salah satu penopang ekonomi di wilayah Jawa Tengah terganggu atau mengalami kendala.

“Kalau saya baca beritanya, Jawa Tengah pada semester satu itu banjir terus, kemudian semester dua setelah basah timbul lah kering. Saya kemarin sempat main ke Tegal sawahnya kosong semua karena petani tidak menanam,”

Namun, sepertinya adanya penurunan jumlah penjualan sepeda motor di Jawa Tengah ini nyatanya tak hanya dialami oleh Honda saja melainkan juga pabrikan lain. Sehingga, secara tak langsung bisa dikatakan bahwa pangsa pasar Honda di sekitaran Jateng bisa dibilang masih perkasa.

“Meski turun, market share kami justru lebih baik dari pada tahun lalu. Sekarang market share kami 88,9 persen. Kalau market share year to date sekira 87 persen. Dan penjualan year to date sampai Juli lalu sebesar 304.154 unit,” katanya.

Di sisi lain, penjualan model yang paling laris di Jateng yaitu motor matik yang terus memberikan kontribusi tinggi. Sedangkan, motor bebek penjualannya makin lama makin menurun secara perlahan.

Top