Teknologi Baru Ini Membuat Mobil Hybrid Toyota Lebih Irit?

Mobil Hybrid Toyota Lebih Irit – Siapa sih yang tidak menginginkan mobilnya jadi irit? Seseorang pastinya akan lebih pede berkendara dengan mobil yang tidak hanya handal di sektor mesinnya, menarik dari sisi bodynya, sekaligus tidak boros bahan bakar. Nah, ini juga yang sedang diusahakan oleh Toyota. Kali ini, manufaktur asal itu Jepang tersebut, sedang mereka-reka agar mobil hybridnya lebih irit.

teknologi sic bikin toyota hybrid lebih irit

Untuk keperluan itu, Toyota Motor Corporation tengah melakukan serangkaian pengujian terhadap teknologi baru. Ya! Pabrikan yang satu ini memang cukup aktif dalam mengembangkan teknologi-teknologi mutakhir di dunia otomotif. Kali ini, teknologi yang dimaksud adalah sebuah semikonduktor dengan material dari Silikon Karbida atau SiC. Sehebat apa sih teknologi tersebut membuat mobil hibrida milik Toyota menjadi lebih irit?

Sebanyak 20 persen tenaga listrik yang dihasilkan oleh motor listrik mobil hybrid, ternyata hilang sia-sia saat mobil digeber di jalan. Lenyapnya tenaga setrum sebesar itu dikarenakan aliran yang tak lancar. Nah, pada bagian inilah semikonduktor tersebu memiliki peran yang penting. Semikonduktor yang terdapat pada power control unit akan mengatur tenaga pada motor hybrid dan mesin listrik. Setelah itu, pengiriman tenaga dari baterai ke motor listrik akan terjadi ketika mobil sedang berjalan dan pengisian baterainya akan trjadi ketika mobil melakukan proses pegereman.

“SiC semikonduktor itu akan membuat energi ( dari listrik) mengalir lebih bebas. Sehingga, potensi kehilangan energi bisa dicegah”, demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Toyota mengenai teknologi barunya, SiC semikonduktor.

Serangkaian pengujian akan dilakukan untuk sesegera mungkin menerapkan teknologi baru hemat energi ini pada mobil hybrid buatan Toyota. Pengujian ini dilakukan di sepanjang jalan Toyota City dan akan dimulai awal Februari mendatang hingga 1 tahun ke depan. Dalam uji coba itu, SiC dipasang di Toyota Camry Hybrid dan bus penumpang yang menggunakan sel bahan bakar selama satu tahun.

Jika setelah tenggat pengujian satu tahun itu, Toyota akan melakukan evaluasi terhadap penggunaan energi di mobil tersebut.  Mereka akan memperhitungkan kecepakatan kendaraan saat dikemudikan, pola atau gaya mengemudi, hingga suhu di sekitar kendaraan.  Jika hasilnya positif, Toyota segera mengaplikasikannya di mobil hybrid besutannya. Teknologi ini sendiri dikembangkan bersama oleh Toyota, dengan menggandeng Denso Corporation dan Toyota Central R & D Labs. Baca juga Yamaha MotoGP Rilis YZR-M1 2015 dan Jangan Abaikan Sabuk Pengaman.

Top