Peneliti Indef Komentari Esemka

Esemka Dinilai Masih Sekedar “Gimmick” – Peresmian pabrik mobil merk nasional, yaitu Esemka agaknya memicu beberapa respon dari masyarakat. Dalam hal ini, peneliti yang berasal Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattof pun sempat mengomentari Esemka terkait dengan tipe mobil yang belum lama ini diresmikan.

Dalam penelitiannya tersebut, pihaknya sempat memberikan apresiasi terhadap peresmian pabrik Esemka. Akan tetapi, hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Apalagi, rumornya bahwa Esemka ini hadir dengan status yang masih mengambang.

Esemka Dinilai Masih Sekedar Gimmick

“Kalau menurut saya pribadi Esemka sejauh ini masih sebatas, bisa dibilang hanya gimmick. Kita belum puas. Karena sebelumnya juga sudah bocor itu kan pabriknya mulai tahun lalu juga. Kalau kita lihat nggak jelas proses produksi di sana bagaimana,” ungkap Abra saat dihubungi belum lama ini pada Sabtu 7 Oktober 2019.

Sementara itu, berkenaan dengan TKDN Sendiri, agaknya hal ini perlu suatu bukti yang konkrit bahwa TKDN yang terkandung dalam Esemka agar tak ada pro dan kontra mengingat Presiden RI, Joko Widodo juga sempat mengungkapkan jika Esemka bukan mobil nasional melainkan pabrik perakitan nasional.

“Kalau dikatakan TKDN kandungan domestik itu besar, itu apa buktinya. Harusnya dirilis, ditunjukkan bahwa komponen-komponen ini memang diproduksi dalam negeri,” kata dia.

Dengan demikian maka tidak muncul kesan bahwa Esemka hanya merakit mobil, sementara bahan bakunya didatangkan dari luar negeri.

“Tapi dalam konteks upaya mendorong industrialisasi di sektor otomotif, itu kita apresiasi,” ujar dia.

“Cuma Pemerintah dan pabriknya harus membuktikan bahwa memang arahnya industri otomotif harus lebih banyak komponen dalam negerinya. Tidak hanya sekedar diimpor mentah di Indonesia dirakit, harus perlu bukti yang kuat dan transparan” pungkasnya.

Top