Soal PPnBM LCGC, Toyota Beri Tanggapan

Wacana PPnBM Mencuat, Toyota Mulai Menunggu – Guna menunjang proses pengembangan kendaraan bertenaga listrik di Indonesia, pemerintah mulai melakukan persiapan kembali terkait wacana soal penyesuaian Pajak Penjualan atas Barang mewah (PPnBM).

Jika mendasarkan atas beberapa isu yang beredar, kuat dugaan bahwa meski masih dalam tahapan pengkajian namun soal skema insentif untuk kendaraan bertenaga listrik ini rumornya bakal mengalami perombakan. Ini tentu berdampak pada mobil LCGC yang tak lagi menjadi istimewa.

Wacana PPnBM Mencuat, Toyota Mulai Menunggu 1

Pasalnya, berdasarkan laporan terbaru, nantinya dalam skema PPnBM yang saat ini tengah dikaji secara mendalam, mobil atau kendaraan yang masuk dalam kategori program Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) tersebut dipastikan bakal dikenakan PPnBM yang mencapai 3%. Padahal, sebelumnya LCGC tidak dibebankan PPnBM sama sekali. Tentu saja, hal ini membuat mobil LCGC tak lagi istimewa.

Namun, dalam hal ini, pihak Toyota sendiri selaku produsen yang bermain di segmen LCGC pun masih tetap akan menghormati keputusan pemerintah dan menunggu peraturan resmi diluncurkan.

” Ini peraturannya masih draft, finalnya belum kelihatan seperti apa kira-kira. Ada informasi kenaikan pajak PPnBM dari nol menjadi di atas nol. Kita tunggu peraturannya seperti apa,” ungkap Anton Jimmi Suwandy selaku Direktur Pemasaran PT TAM, saat peluncuran Toyota Calya facelift di Jakarta Selatan pada Senin (16/9).

Di satu sisi, adanya perubahan skema insentif ini pun diakui Anton akan membuat harga mobil LCGC, seperti Toyota Calya ini bakal mengalami kenaikan ketika nantinya peraturan ini mulai diberlakukan.

“Kita dengar draft-nya dari nol persen jadi 3 persen. 1 persen kira 1 – 1,5 juta. Kalau naik (PPnBM 3 persen), harga Toyota Calya bisa naik 4 sampai 5 juta dari harga sekarang. Masih berada di range entry MPV, tidak loncat ke LMPV. Itu pun kalau berlaku, kita masih nunggu dan timing-nya sekitar 2 tahun lagi,” pungkas Anton.

Top