Akhir Oktober 2019, Wuling Almaz Bakal Mulai Diekspor

Ekspor Wuling Almaz Segera Bergulir dalam Waktu Dekat – Tak bisa dipungkiri bahwa wacana soal PT SGMW Motor Indonesia yang mana selaku pemegang merk Wuling dalam mengekspor mobil buatannya ke pasar global segera terealisasi. Dimana, dalam hal ini dikabarkan bahwa pekan depan, atau akhir Oktober 2019 ini pihak Wuling bakal mulai pengiriman unit produksi dalam negeri ke beberapa negara di dunia.

Terkait soal ekspor tersebut, menurut Brand Manager SGMW Motor Indonesia, Dian Amahani, dikatakan bahwa nantinya pihaknya akan mengekspor model pertamanya dari segmen mobil berbasis SUV. Tak lain dan tak bukan yaitu Wuling Almaz.

Ekspor Wuling Almaz Segera Bergulir Dalam Waktu Dekat

“Untuk model yang akan kita mulai ekspor platformnya Almaz. Untuk lengkap detailnya nanti kita sampaikan saat seremoni minggu depan,” ungkap Dian belum lama ini pada Jumat (20/9/2019).

Sebagaimana diketahui bahwa pada beberapa minggu sebelumnya, Chevrolet baru saja merilis model Captiva terbarunya untuk dijual di pasar Negeri Gajah Putih, Thailand. Mobil yang diluncurkan di Thailand tersebut adalah model yang berbasis Wuling Almaz namun hanya diganti logoya saja dengan brand Chevrolet.

Untuk soal tampilannya, sisi bodi fisiknya pun memiliki konsep yang tak terlalu berbeda jauh, hanya saja pada bagian grille depan dari Captiva ini dirancang dengan konsep yang lebih mengedepankan tampilan dinamis. Di sisi lain, kabarnya Wuling Almaz versi Chevrolet Captiva ini pun dipasarkan di Thailand dengan dua pilihan kapasitas penumpang, yakni 5 penumpang dan 7 penumpang tipe LS dan LT.

Lalu, untuk soal dapur pacunya sendiri, tentunya tak berbeda dengan Wuling Almaz yang dijual di Indonesia. Dimana, masih mengandalkan mesin berkapasitas 1500 cc.

Di satu sisi, perlu untuk disampaikan juga bahwa menurut laporan yang dikutip dari BangkokPost, Wuling Almaz versi Chevrolet Captiva ini akan dijual dengan harga di kisaran Rp 459 jutaan untuk varian LS. Sedangkan, untuk varian LT sendiri, kabarnya akan dibanderol lebih mahal, yakni Rp 505 jutaan.