Harga Beda Tipis, Triber Ditengarai Jadi Pesaing Calya

Harga Renault Triber dan Toyota Calya Beda Tipis – Belum lama ini, PT Maxindo Renault Indonesia secara resmi telah memutuskan untuk harga jual dari Renault Triber. Dimana, mobil ini kabarnya akan dibanderol pada kisaran harga antara Rp 133 jutaan hingga Rp 169 jutaan.

Jika melihat kisaran nominal banderol tersebut, tentunya harga Renault Triber ini justru berbeda tipis dengan harga Toyota Calya. Pasalnya, mobil garapan Toyota ini dibanderol di angka Rp 140 jutaan hingga Rp 158 jutaan. Tentu saja, hal ini bisa memicu perang harga yang cukup sengit.

Harga Renault Triber Dan Toyota Calya Beda Tipis

Mengenai adanya perbedaan harga yang cukup tipis tersebut, dalam hal ini pihak PT Toyota Astra Motor (TAM) melalui Excutive General Manager-nya, Fransiscus Soerjopranoto pun memberikan respon sekaligus menanggapi kemunculan Renault Triber di pasar otomotif Tanah Air.

” Ya dia masuknya ke kelas entry MPV-nya kita, kelasnya Calya. Balik lagi, kalau menurut kita, ada beberapa challenge yang harus dilakukan Calya,” demikian jelas pria yang akrab disapa Soerjo ini di sela acara Toyota Sportscar Media Experience di Sentul pada Rabu (20/11/2019).

Di sisi lain, Soerjo pun juga menambahkan beberapa keunggulan Renault Triber yang bisa menjadi senjata untuk menghadapi Toyota Calya.

” Yang paling sederhana, dia (Renault Triber) punya audio bisa terhubung Android Auto dan Carplay, itu yang menarik buat konsumen. Itu jadi challenge buat kita mengembangkan produk. Memang kita harus bilang produknya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia,” sambung Soerjo.

Namun, di satu sisi yang lain, Soerjo sendiri juga mengungkapkan adanya kekurangan pada Renault Triber.

“Ya kalau buat saya ada dua catatan untuk Calya, yang pertama, Calya itu benderanya atau payungnya LCGC KBH2, dengan kata lain ada investasi. Yang kedua menciptakan lapangan kerja, karena pabriknya establish. Sedangkan kalau Renault Triber impor dari India. Jadi tidak masuk dalam segi menggerakkan ekonomi, tapi dalam hal pemenuhan market-nya masuk. Ada kelebihan dan kekurangannya,” ungkap Soerjo.

Terlepas dari itu, memang tak bisa dipungkiri bahwa gebrakan Renault Triber di pasar Indonesia memberikan pengaruh yang cukup besar pada grafik persaingan pasar otomotif Tanah Air, khususnya di segmen MPV.

Top