Penjualan Otomotif Asia Tenggara Mulai Melemah

Penjualan Pasar Otomotif Kawasan ASEAN Lesu – Tampaknya, di akhir tahun 2019 ini tren pasar mobil di Asia Tengara sedang mengalami penurunan penjualan yang cukup tinggi. beberapa negara yang tergabung di kawasan ASEAN ini mulai menunjukkan adanya pelemahan daya beli, khususnya di sektor mobil.

Ini membuktikan bahwa melemahnya pasar otomotif tak hanya dialami oleh Indonesia. Bahkan di negara lain, seperti Thailand, Malaysia, maupun Filipina, juga ikut melemah. Tentu saja, kondisi pasar seperti ini secara tak langsung akan berdampak cukup kuat bagi pembuat mobil asal Jepang yang notabene mendominasi penjualan di kawasan Asia Tenggara.

Penjualan Motor Melambat, PT AHM Tetap Optimis

Guna menghadapi kondisi tersebut maka tka sedikit pabrikan asal Negeri Tirai Bambu yang terus berupaya melakukan segala pengembangan inovatif guna menjaga performa pangsa pasarnya yang salah satunya dengan menawarkan produk berupa kendaraan listrik.

Hal itu bisa dilihat dari beberapa model terbaru yang diluncurkan oleh beberapa pabrikan Jepang. Sebut saja Toyota yang mana belum lama ini, di Tokyo piahknya resmi menghadirkan Yaris model terbaru namun dengan bekalan mesin yang jauh lebih modern dan memiliki kemampuan efisiensi bahan bakar lebih maksimal.

Selain itu, ada juga Honda yang resmi meluncurkan city model anyar yang irit bahan bakar dan harga terjangkau. Tak lupa juga Nissan yang menghadirkan all new Almera.

Nah, mengenai menurunnya pasar di kawasan Asia Tenggara ini, agaknya juga tak lepas dari grafik Dollar AS terhadap beberapa mata uang negara ASEAN yang membumbung tinggi. Sehingga, membuat nilai jual menjadi semakin terasa mahal.

Sementara itu, di Indonesia sendiri, penjualan kendaraan mengalami penurunan sebesar 12% selama periode Januari hingga Oktober 2019 ini. Tentu saja, ini kondisi yang cukup berdampak buruk bagi pabrikan otomotif, khususya yang dari Jepang.

Top