Harga Skutik 150 cc Mulai Sesuaikan Tarif BBN-KB

Sesuaikan Tarif BBN-KB, Harga Skutik Mulai Direvisi – Secara resmi, bisa dipastikan bahwa tarif BBN-KB di wilayah DKI Jakarta akan mengalami kenaikan menjadi 12.5%. Dimana, perubahan tarif ini kan resmi digulirkan ada 11 Januari 2020.

Tentu saja, dengan adanya perubahan tarif tersebut, beberapa produsen otomotif, baik di segmen kendaraan roda dua maupun roda empat pun segera melalukan revisi harga. Hal ini dirasa wajar karena memang ada penyesuaian dengan tarif BBN-KB terbaru.

Sesuaikan Tarif BBN KB, Harga Skutik Mulai Direvisi

Khusus segmen sepeda motor, agaknya skutik adalah model kendaraan yang menarik untuk disimak. Sebab, model skutik sendiri adalah tipe kendaraan yang paling laris di antara model kendaraan roda dua yang lainnya.

Dimana, dalam hal ini skutik kelas 150 cc adalah segmen yang menjadi sorotan. Mengingat, untuk saat ini menjadi segmen pasar yang paling ketat. Tentu saja, hal ini memicu pabrikan pembuat skutik model ini sesegera mungkin melakukan penyesuaian harga.

Salah satu pemimpin skutik adalah Honda yang memang dikenal memiliki 4 model skutik bermesin 150 cc. Sedangkan, di posisi ke dua ada Yamaha yang menjadi pesaing terberatnya.

Nah, berkenaan dengan soal revisi harga, ada beberapa model skutik Honda yang mengalami perubahan harga. Seperti Vario 150 yang kini dibanderol 23.6 jutaan. Sedangkan, untuk PCX sendiri banderolnya berkisar di angka 28 jutaan hingga 42 jutaan (tipe hybrid).

Lalu, untuk model skutik adventure terbarunya, Honda ADV 150 sendiri harganya berada pada kisaran 33 juta sampai 36 jutaan.

Sedangkan, untuk pesaingnya, Yamaha juga melakukan revisi harga pada beberapa model skutiknya. Antara lain NMax yang dibandero; antara 28 juta sampai 32 juta. Selanjutnya, ada Aerox yang ditawarkan sebanyak 5 tip dengan harga di kisaran antara 24 jutaan hingga 28 jutaan.

Tentu saja, melihat perubahan harga skutik dari kedua merk tersebut, bisa dipastikan bahwa untuk merk lain pun juga kemungkinan besar juga akan menerapkan revisi harga guna menyesuaikan tarif dasar BBN-KB yang resmi digulirkan pada 11 Januari 2020.

Top