Pencipta Mobil Esemka Persilahkan Pemerintah Kerjasama dengan Proton

Sukiyat Esemka persilahkan pemerintah kerjasama dengan Proton – Presiden Joko Widodo serta Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bersama-sama turut hadir dalam penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara OT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) dan Proton Holdings Bhd yang berisi nutir-butir perjanjian proyek mobil nasional. Jadi dengan ditekennya kerjasama tersebut apakah lantas proyek mobil Esemka yang selama ini digadang-gadang oleh Jokowi akan hilang begitu saja? Bagaimanakah pendapat inisiator pertama mobil Esemka ini mendengar pemerintah justru meneken nota kesepakatan dengan pihak lain?

pencipta esemka persilahkan pemerintah kerjasama protonSebagian kalangan penggiat otomotif menilai apabula Presiden Jokowi justru tidak konsisten dengan apa yang diperjuangkannya selama ini. Ketika masih menjadi Wali Kota Solo Jokowi getol sekali mengkampanyekan Esemka supaya dapat menjadi mobil nasional bagi para pejabat, namun justru ketika telah tiba waktunya beliau menjadi presiden hal tersebut malah diurungkan dan belum terlaksana hingga kini.

Nah beralih pada tanggapan inisiator mobil Esemka atas adanya MoU tersebut justru tidak merasa gerah dan gelisah. Sukiyat, sang aktor utama dibalik berjalannya proyek Esemka ini mengaku kepada segenap awak media apabila beliau tidak mempermasalahkan hal tersebut. Beliau meyakini apa yang telah dilakukan Presiden Jokowi tersebut adalah hal yang tepat dan tidak akan merugikan bangsa. Beliau juga percaya apabila Presiden Jokowi selalu mempertimbangkan kebijakan terbaik terkait industri mobil nasional ini.

“Saya tidak masalah Pak Jokowi menggandeng Proton, bagi saya itu bukan masalah besar, hanya soal kecil saja. Kenapa saya tidak mempermasalahkannya? Karena saya pribadi meyakini apa yang dilakukan Pak Jokowi mustahil apabila merugikan bangsa sendiri apalagi proyek mobil Esemka yang dulu diperjuangkan habis-habisan eksistensinya,”ujar Sukiyat.

Sukiyat mempercayai apabila kerjasama yang dilakukan ACL dan Proton Malasyia hanyalah sebatas alih teknologi saja bukan mencakup semua aspek terkait. Menurut beliau, industri mobil nasional Malasyia sekarang sedang lebih maju dari negara kita dan itu patut dijadikan sebuah pembelajaran penting. Jadi beliau tidak mengkhawatirkan sama sekali terkait kesepakatan ini karena bisa jadi nantinya akan menjadi batu loncatan yang baik bagi perkembangan Esemka kedepannya. Baca juga  Mobil Avanza bisa kombinasikan gas dan bensin karya SMK Muhammadiyah dan Fitur Keselamatan Pada Mobil.

Top