GM Hengkang dari Indonesia, Harga Mobkas Chevrolet Masih Stabil

Harga Mobil Bekas Chevrolet Masih Stabil – Tak bisa dipungkiri lagi bahwa nantinya pada April 2020 mendatang, General Motors (GM) selaku APM untuk penjualan mobil merk Chevrolet di Indonesia tak akan lagi menjual mobil di Tanah Air. Langkah ini dilakukan mengingat penjualan Chevrolet di Indonesia yang dinilai kurang memuaskan.

Tentu saja, hal tersebut berpengaruh pada soal harga jualnya yang mana kabarnya akan ada banyak diskon. Lantas, kira-kira bagaimana dengan penjualan mobil bekasnya pasca keluarnya GM dari Indonesia?

Harga Mobil Bekas Chevrolet Masih Stabil

Perlu untuk disampaikan bahwa di pasar mobkas tampaknya tak bisa dipungkiri sampai detik ini masih banyak yang berminat. Khususnya, untuk model Captiva dan Spin. Hanya saja, dampak dari hengkannya GM dari pasar Indonesia yang mana membuat para penjual mobil bekas tak banyak yang berani menampung.

“Kalau Captiva harganya jauh di bawah Mitsubishi Pajero Sport maupun Toyota Fortuner. Modelnya bagus, mobilnya nyaman. Untuk Spin, kelasnya itu sama dengan Avanza, Xenia, sama Mobilio, ada pilihan mesin dieselnya juga,” ungkap Ian selaku pemilik dealer mobkas Welvaart Motor Internasional di Mega Glodok Kemayoran Jakarta.

Sementara itu, untuk soal harganya, pemilik dealer yang berlokasi di Mega Glodogk Kemayoran tersebut sempat menyebut bahwa untuk Chevrolet Spin keluaran tahun 2014 banderolnya berada pada kisaran Rp 120 jutaan saja. Bahkan, harga tersebut masih bisa turun sesuai dengan kondisi mobil.

“Untuk yang mesinnya diesel, biasanya lebih mahal Rp10 juta dari pasaran harga Spin bensin. Tetapi banyak yang mencari, karena di segmen low MPV itu kan enggak ada mobil diesel. Makanya, tetap banyak pedagang mau jual Chevrolet,” jelasnya.

Di sisi lain, Ian juga menegaskan bahwa kebanyakan para konsumen yang membeli mobil Chevrolet bekas di sini mayoritas adalah mereka yang ingin memiliki mobil anti-mainstream dan tak banyak beredar di pasaran namun nyaman digunakan.