Fix! Mitsubishi Stop Produksi Mesin Diesel

Mitsubishi Tak Lagi Kembangkan Mesin Diesel – Di tengah gencarnya mobil-mobil ramah lingkungan bertenaga listrik yang diprediksi bakal jadi tren kendaraan masa depan, agaknya memaksa mobil bermesin diesel untuk mulai berhenti berkiprah. Hal itu lambat laun mulai dilakukan oleh beberapa pabrikan mobil, seperti Mitsubishi Motors Group.

Dimana, pabrikan berlogo tiga berlian tersebut mengambil arah kebijakan baru yang memutuskan bahwa pihaknya bakal berhenti mengembangkan rangkaian mesin diesel baru. Bahkan, menurut beberapa kabar, pihaknya juga akan mengurangi model mobil dengan penggerak mesin yang berbahan bakar solar tersebut. Ini tentu merupakan efek dari tren kendaraan ramah lingkungan yang bakal jadi populer di masa depan.

Mitsubishi Tak Lagi Kembangkan Mesin Diesel

Namun, pemberhentian pengembangan kendaraan bermesin diesel milik Mitsubishi ini tak serta merta langsung diberhentikan. Melainkan secara bertahap. Dimana, akan ada pengurangan jumlah mobil diesel buatan Mitsubishi menjadi 20% yang awalnya pada tahun 2018 sempat mencapai 28% dari total keseluruhan lini mobil yang dijual.

Tak hanya itu, berdasarkan laporan terbaru yang dikutip dari OkeZone pada 27 April 2020, disebutkan bahwa tren untuk penjualan bermesin diesel dipastikan bakal menurun secara bertahap. Diperkirakan bakal merosot hingga 40% dalam kurun waktu 10 tahun yang akan datang. Ini tentu juga menjadi salah satu fokus perhatian bagi Mitsubishi.

Di sisi lain, adanya penurunan penjualan pangsa pasar mobil bermesin diesel pun menjadi alasan paling utama Mitusbishi melakukan pemberhentian produksi mobil ini. Padahal, jika menelisik beberapa lini dari jajaran mobil Mitsubishi sendiri, memang rangkaian mesin diesel sebenarnya menjadi model yang diandalkan oleh pabrik asal Jepang yang satu ini. Seperti Pajero Sport maupun pick up Triton.

Terlepas dari itu, Mitsubishi sendiri melalui PT MMKSI di Indonesia diklaim telah menjadi pabrikan yang sangat populer dengan Xpander Serie-nya yang dinilai begitu kuat dalam mendongkrak penjualannya, baik secara domestik maupun untuk ekspor ke pasar luar negeri.