Selama 2019, Ekspor CBU PT AHM Naik Drastis

Catatan Ekspor PT AHM Menunjukkan Adanya Kenaikan – Dilaporkan dari Liputan6 pada 22 April 2020, agaknya penjualan ekspor PT Astra Honda Motor (AHM) telah mencapai angka yang cukup tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah total keseluruhan yang meraih angka 301.935 unit CBU berhasil diekspor Honda ke luar negeri.

Dengan catatan penjualan ekspor tersebut maka ada kenaikan yang cukup signifikan sebesar 66.1% jika dibandingkan dengan tahun 2018 silam. Ini tentu menjadi record yang membanggakan PT AHM dalam bersaing di pasar ekspor.

Catatan Ekspor PT AHM Menunjukkan Adanya Kenaikan

Di sisi lain, perlu untuk diketahui juga bahwa jumlah penjualan ekspor motor Honda sebanyak 301.935 unit tersebut dinilai sudah memberikan kontribusi sebanyak 37% dari total keseluruhan unit yang dieskpor dalam bentuk CBU dari para anggta AISI. Tentu saja, hal tersebut merupakan prestasi yang terbilang luar biasa.

Adanya laporan penjualan ekspor dalam bentuk CBU dari pihak PT AHM tersebut, disimpulkan oleh GM Overseas Business Division PT HM, Kurniawati Slamet yang menyebut bahwa peningkatan pertumbuhan ekspor pada tahun 2019 tersebut adalah sebuah bukti nyata. Bahwa, daya saing produk PT AHM tak bisa diremehkan begitu saja dan tak kalah di pasar luar negeri.

“Kami ingin peningkatan ekspor tahun 2019 ini akan berlanjut tahun ini baik dari sisi volume atau pun berusaha terus meningkatkan,” demikian ungkap Kurniawati dalam keterangan resmi, Rabu (22/1/2020).

Nah, untuk model yang paling banyak berkontribusi atas penjualan motor Honda ini adalah skutik. Pasalnya, selama kurun waktu tahun 209 lalu, jumlah total keseluruhan CBU skutik PT AHM sudah mencapai 282.008 unit. Dari beberapa jenis skutik yang dijual, Honda Beat dan Vario Series adalah model yang paling laris.

Tak sampai di situ saja, perlu untuk diketahui juga bahwa selain ekspor dalam kondisi CBU, PT AHM diketahui juga telah melakukan pengiriman unit kendaraan roda dua dalam bentuk terurai atau CKD. Dimana, untuk penjualan motor yang berstatus CKD ini mengalami peningkatan sebesar 45% jika dibanding tahun 2018 silam.