Pandemi Corona Menyebar, Penjualan Kendaraan Bermotor Anjlok

Corona Sebabkan Angka Penjualan Otomotif Nasional Turun – Tak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 yang kini menyebar dan mewabah di Indonesia berdampak kuat pada gerak industri otomotif nasional. Tentu saja, dampak tersebut tak bisa dilepaskan dari imbas di beberapa sektor otomotif dalam negeri.

Salah satu imbas atau dampak virus Corona yakni menyebabkan penurunan angka penjualan kendaraan bermotor di Indonesia. Bukan tanpa alasan, berdasarkan atas sumber SindoNews pada 13 April 2020, disebutkan bahwa jumlah keseluruhan dari penjualan kendaraan roda empat pada Januari 2020 sudah mulai menunjukkan adanya penurunan dengan total penjualan menjadi 80.400 unit atau 1.1% dari periode sebelumnya. Selang satu bulan, pada Februari 2020, jumlahnya kembali turun menjadi 79.500 unit atau 3.1%.

Corona Sebabkan Angka Penjualan Otomotif Nasional Turun

Dari angka tersebut maka sudah barang tentu akan pasar otomotif nasional tak tertutup kemungkinan akan mengalami penurunan penjualan yang begitu signifikan. Bahkan, dilaporkan pula dari Gaikindo yang sebelumnya sempat menyampaikan bahwa penurunan bisa mencapai 50% yang disebabkan adanya penurunan jumlah permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Tak hanya itu saja, apalagi masalah lainnya yang dihadapi industri automotif nasional adalah pasokan bahan baku dan komponen, terutama dari negara-negara yang menerapkan kebijakan pembatasan wilayah atau lockdown sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Terganggunya industri automotif juga memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Industri automotif memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB (produk domestik bruto) khususnya terhadap PDB nonmigas sebesar 3,98% pada tahun 2019,” demikian yang diungkap Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika, dalam keterangan resminya belum lama ini pada Rabu (8/4/2020).

Dari masalah tersebut, tak bisa dipungkiri bahwa fakta ini menjadi sebuah koreksi penting yang perlu sebuah strategi khusus, terutama bagi para Agen Pemegang Merk (APM) guna mempertahankan atau setidaknya menanggulangi penurunan penjualan kendaraan bermotor di Indonesia.