Fakta-fakta Penting Pemanfaatan Kantong Udara Mobil

Kantong Udara pada Mobil – Adalah sebuah fakta yang memprihatinkan, ketika Indonesia punya ranking yang “baik” untuk tingkat kecelakaan di dunia. Chief Instructor Rifat Drive Labs, Nugroho Respati menjelaskan bahwa ada 1,2 juta korban jiwa pada 2014 di seluruh dunia. dari jumlah tersebut, Indonesia menempati ranking 5. Kalau kita membahas soal kecelakaan lalu lintas, memang menjadi hal yang mengerikan. Namun sebenarnya resiko kecelakaan bisa diminimalisir, dengan berbagai peralatan yang ada. Untuk pengendara mobil, tersedia kantong udara atau air bag, yang dapat meminimalisir resiko kecelakaan.

fakta-fakta manfaat kantong udara mobil

Air bag akan menggelembung dengan cepat, saat mobil terkena benturan. Pada saat itu, akan ada sensor yang bereaksi dan membuat kantong udara mengembang. Alat ini biasanya akan ada pada bagian kemudi dan dasbor. Air bag akan mengembang pada saat sensor menerima sinyal benturan dan akan menahan pengemudi atau penumpang dari benturan dengan bagian dalam mobil. Sehingga kalaupun kecelakaan terjadi, maka resiko benturan akan bisa terminimalisir.

Kantong udara sendiri, sebenarnya bukan barang baru. Sudah ada alat serupa kantong udara yang dipasang pada mobil pada dekade 1950-an. Namun kelemahan alat tersebut adalah waktu mengembang yang lama. Namun sekarang, teknologi yang berkembang sangat canggih membuat kantong udara bekerja dengan lebih cepat dan lebih baik.

For your informasion, ternyata air bag atau kantong  udara punya fakta-fakta penting dalam pemanfaatannya lho. Mas Sena punya rangkumannya untuk anda. Yuk disimak…!!!

  1. Jika semua mobil dilengkapi dengan kantong udara, diperkirakan 3000 nyawa bisa diselamatkan setiap tahunnya.
  2. Meskipun telah dilengkapi dengan kantong udara, ternyata kecelakaan dengan resiko fatal tetap akan terjadi jika tidak menggunakan sabuk pengaman. Jadi, penggunaan keduanya akan memproteksi anda secara lebih maksimal.
  3. Kantong udara dapat meminimalisir resiko kecelakaan sebesar 32 persen. Bajkan, air bag bisa mengurangi angka kematian sebesar 20 persen akibat kecelakaan frontal.
  4. Pengemudi sebaiknya menghindari duduk yang terlalu dekat dengan kemudi. Hal ini dilakukan agar mengurangi resiko syok atau penekanan akibat kantong udara yang menggelembung secara tiba-tiba. Jarak yang disarankan antara pengemudi dan kemudi adalah 10 inci atau 25 cm, untuk memberi ruang bagi pengembangan kantong udara.
Top