Aturan Knalpot Belum Jelas, Kawasaki Tetap Enjoy

Aturan Knalpot Belum Jelas, Kawasaki Tetap Melaju – Apa pendapat Bro and Sist soal knalpot yang mengeluarkan suara bising? Bicara soal knalpot bising, memang banyak bikers yang menyukai jenis knalpot ini. Namun di sisi lain, banyak juga masyarakat awam yang kontra, karena jenis knalpot tersebut cukup mengganggu.

kawasaki menanggapi aturan knalpot berisik

Persoalan knalpot bising memang masih jadi kontroversi. Bahkan belakangan ini terjadi razia yang berlaku pada knalpot modifikasi. Mungkin Bro and Sist salah satu yang pernah mengalami razia knalpot. Sebenarnya, belum ada bukti mengenai tingkat kebisingan karena knalpot modif berdasarkan desibel, akibat ketiadaan alat pengukur. Sementara itu, aturan mengenai kebisingan didasari pada desibel, yang diatur dalam peraturan kementerian lingkungan dan ditegaskan dalam UU Lalu Lintas. Lalu bagaimana produsen motor menanggapinya? Kalau bicara soal knalpot modif, produsen motor yang sangat lekat dengan knalpot modif adalah Kawasaki.

Menurut pihak Kawasaki, persoalan razia knalpot bising masih abu-abu. Hal ini  membuat produsen motor Kawasaki yang juga menjual aksesori sport,  tidak ambil pusing dalam hal ini.

Michael Chandra Tanadhi, Deputi Departemen Head Sales & Promotion Division Kawasaki Motor Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya masih akan menjual produk tersebut karena penerapan aturan yang belum jelas.

“Kan itu modifikasi ya. Selama peraturannya belum jelas, tetap sih kami akan jual. Kayak di AS kan tetap jual, walaupun Euro strict banget. Sekarang sudah Euro IV. Tapi untuk itu (di Indonesia) masih abu-abu,” ujarnya.

Kawasaki sendiri melalui dealer-dealernya menjual knalpot aftermarket, terutama merek Nassert Beet. Bahkan beberapa waktu lalu Kawasaki menyodorkan paket racing untuk Ninja 250FI. Paket part yang ditawarkan Kawasaki adalah knalpot Nassert Beet dan single seater Ninja 250FI. Dengan knalpot buatan Jepang tersebut, KMI mengklaim tenaga Ninja 250FI lebih bengis.

Kawasaki sendiri perlahan-lahan mulai mengalihkan pasar sepeda motor 2-tak yang performatif tetapi cenderung bising, yakni Ninja R dan RR 150. Walau sudah mulai memberikan langkah ini, yakni menawarkan Ninja RR Mono sebagai pengganti, mereka tetap menjual motor laris tersebut mengingat permintaannya menuai penjualan tertinggi di antara semua lini model mereka. Menurut mas Sena, hal ini memang dilematis sih, mengingat belum ada satu suara sepakat untuk knalpot bising. Peraturan pun masih perlu digodhog. Bagaimana menurut Bro and Sist? Baca juga Komponen Mobil yang Harus Dirawat Rutin dan Beberapa Moge Ducati Dirakit Di Indonesia.

 

Top