Wow…!!! Mobil Otonom Bantu Kurangi Resiko Kecelakaan Hingga 90%

Mobil Otonom Kurangi Resiko Kecelakaan 90% – Mobil otonom, atau juga dikenal sebagai mobil autopilot alias mobil tanpa sopir, masih jadi hot gossip di jagad otomotif. Bagaimana tidak, para produsen otomotif sedang berkutat dan berlomba memproduksi mobil canggih itu.

mobil otonom kurangi resiko kecelakaan

Sebelumnya, Nissan Leaf digadang-gadang menjadi pilot project untuk kerja sama pengembangan mobil tanpa sopir antara Nissan dan NASA. Terbaru, pabrikan mobil asal Swedia—Volvo pun ikut tertarik untuk terjun ke produk mobil otonom. Bahkan perusahaan tersebut Volvo akan menguji coba teknologi mobil otonom pada 100 unit model SUV CX9 di jalan utama Stockholm, Swedia, pada 2017 mendatang.

Sementara itu di sektor perijinan, Pemerintah Inggris menginvestasikan 19 juta pound untuk teknologi tersebut di empat kota. Bahkan, jalanan di negara itu diperbolehkan untuk uji coba kendaraan kemudi otomatis pada musim panas. Menyusul juga Dubai yang menerima jenis mobil teknologi tinggi itu di negaranya.  Bahkan, Dinas jalan raya dan transportasi Dubai (RTA) juga telah memulai studi mengenai penggunaan mobil otonom. Ditengah begitu banyaknya perkembangan, yang jelas mobil otonom bukan sekedar mengedepankan teknologi. Leboh dari itu, ternyata keberadaan spesies mobil ini membantu untuk mengurangi resiko kecelakaan.

Kantor berita Reuters merilis hasil studi dari perusahaan konsultasi McKinsey and Company, yang meneliti soal hal tersebut. Dari hasil penelitian tersebut,  fitur canggih yang juga dikenal dengan autonomous driving dapat mengurangi potensi kecelakaan hingga 90 persen. Woow…!!! Dalam studi tersebut juga diungkapkan bahwa potensi kerugian akibat kecelakaan sebesar USD200 miliar atau sekira Rp2.615 triliun bisa dihindari. Angka itu meliputi kerusakan kendaraan, luka yang diderita korban, maupun kematian, serta dampak yang harus ditanggung keluarga korban kecelakaan. Bagaimana bisa ya?

Teknologi mobil otonom, memanfaatkan sensor dan kamera yang memandu kendaraan melaju pada posisi sangat aman. Sensor dan kamera bekerja memastikan kendaraan tidak mengalami benturan, baik dengan kendaraan lain maupun manusia. Dengan sistem tersebut, maka risiko kecelakaan pun berkurang. Alat tersebut juga diklaim bekerja lebih sigap ketimbang pengemudi manusia, yang memiliki kelemahan, terutama dalam hal konsentrasi saat mengemudi. Bagaimana, anda tertarik untuk segera memilikinya? Untuk yang satu itu, nampaknya kita harus lebih bersabar. Baca juga Helm KYT Sentuh Ajang Balap Dunia dan Mazda CX-3 Terbaru

 

Top