Mobil Tanpa Sopir Buang Lebih Banyak Bahan Bakar

Mobil Tanpa Sopir Buang Lebih Banyak Bahan Bakar – Perkembangan jaman yang menakjubkan, membawa kita ke era teknologi tinggi. Hal-hal yang dulu tak pernah terlintas di pikiran kita pun, saat ini bisa diwujudkan. Contohnya adalah mobil otonom, atau mobil tanpa sopir. Dulu, mungkin tak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiran, bahwa kita akan bisa tetap berkendara sendirian dengan mobil, sambil membaca buku favorit dengan santai. Tapi saat ini, mobil yang juga dikenal dengan nama mobil autopilot itu, memungkinkan semuanya terjadi.

mobil otonom buang lebih banyak bahan bakar

Sebuah teknologi, pastinya punya dua sisi, positif dan negatif. Begitu pula dengan teknologi mobil yang bisa menyetir sendiri. Seperti yang sudah pernah Mas Sena sampaikan pada artikel terdahulu, mobil otonom disebut membantu mengurangi potensi kecelakaan. Hasil studi dari perusahaan konsultasi McKinsey and Company menyatakan, fitur canggih yang juga dikenal dengan autonomous driving dapat mengurangi potensi kecelakaan hingga 90 persen. Teknologi mobil autopilot memanfaatkan sensor dan kamera yang memandu kendaraan melaju pada posisi sangat aman. Sensor dan kamera tersebut bekerja untuk memastikan kendaraan tidak mengalami benturan, baik dengan kendaraan lain maupun manusia. Dengan sistem tersebut, maka risiko kecelakaan pun berkurang.

Namun dibalik manfaat yang begitu besar, mobil tanpa sopir ternyata disebut membuang lebih banyak bahan bakar. Belum lama ini, teknologi mobil tanpa sopir menjadi subjek dari beberapa diskusi yang dilakukan oleh para lembaga penelitian di Amerika Serikat (AS). Salah satu pihak yang getol mengadakan penelitian adalah para peneliti dari University of Michigan in Ann Arbor. Mereka mengklaim,  mobil otonom atau tanpa sopir dipastikan akan lebih banyak mengonsumsi bahan bakar minyak atau BBM. Bagaimana bisa seperti itu ya?

Pihak peneliti melontarkan bahwa dengan teknologi tersebut,  setiap keluarga akan memiliki lebih dari 1 mobil dan digunakan secara terpisah pada hari yang sama. Mobil-mobil tersebut akan digunakan ke berbagai tujuan dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

“Kemungkinan setiap kendaraan pada akhirnya akan meningkatkan jarak tempuh. Tapi semakin jauh Anda berkendara maka semakin banyak pula bahan bakar yang dikonsumsi oleh mobil tersebut,” ungkap U-M Transportation Research Institute, Brandon Schoettle dan Michael Sivak. Baca juga Teknologi Revolusioner Mobil Masa Depan dan Emisi Gas Buang Mesin Bensin Lebih Berbahaya daripada Mesin Diesel.

 

Top