Bridgestone Indonesia Bidik Pasar Mancanegara dengan Produk Barunya

Bridgestone Indonesia Bidik Pasar Mancanegara – Bicara soal dunia otomotif, tak melulu bicara mobil atau motor saja. Kita jelas tidak bisa melupakan komponen-komponen kendaraan, misalnya saja ban. Bagian yang satu ini memang jelas tidak bisa dianggap remeh. Bicara soal ban, Bridgestone  menjadi salah satu merk penyedia ban, yang banyak dipakai di Indonesia. Namun, menurut PT Bridgestone Tire Indonesia (BSIN), hingga saat ini sektor penjualan ban mobil di Indonesia masih mengalami  pasang surut. Hal ini jelas terlihat dari penjualan ban Bridgestone, sejak akhir tahun 2014 hingga Februari 2015 lalu.  Dijelaskan Ukegawa, Sales and Marketing Director PT BSIN menjelaskan bahwa penjualan Bridgestone melonjak setiap Desember. Setelah itu pada periode Januari sampai dengan Februari, penjualan pabrikan ban berlogo huruf ‘B’ di Indonesia mengalami penurunan.

bridgestone incar pasaran mancanegara
Walaupun diakui bahwa penjualan ban Bridgestone di Indonesia masih labil alias masih mengalami pasang surut, PT Bridgestone Tire Indonesia (BSIN) tetap pede meluncurkan produk ban terbaru. Bahkan, produk terbarunya itu diklaim menjadi senjata untuk menggempur pasaran mancanegara. Adalah Potenza Adrenalin RE003, ban teranyar besutan PT Bridgestone Tire Indonesia (BSIN). Jenis terbaru ini benar-benar dipersiapkan untuk diekspor. Hingga saat ini, PT BSIN membidik berbagai negara, yaitu Australia, Amerika Serikat, Jepang, serta negara-negara di kawasan Asia dan Timur Tengah.

“Untuk adrenalin akan diekspor tergantung penjualan ekspor keseluruhan,” ujar Yasuhiro Ukegawa, Sales and Marketing Director PT BSIN seusai peluncuran Potenza Adrenaline RE003 di Proving Ground (PG).

Ditanya soal jymlah yang akan diekspor oleh Bridgestone Indonesia, Ukegawa menjelaskan bahwa h 50 persen dari jumlah produksi bakal diekspor. Sementara itu, 50 persen sisanya akan dijual di pasar domestik. Nah, produk yang akan disebar di pasar domestik sendiri, bakal diproduksi di tanah air. Bridgestone Indonesia  sendiri saat ini telah memiliki dua manufaktur, masing-masing berada di Karawang dan Bekasi. Keduanya pun memiliki kapasitas produksi yang berbeda. Namun perbedaan tersebut memang ditujukan untuk produksi yang berbeda ula. Kapasitas produksi pabrik di Bekasi lebih kecil daripada pabrik di Karawang. Hal itu dikarenakan produksi di Bekasi ditujukan untuk segmen komersial. Sementara pada pabrik di Karawang ditujukan memproduksi ban untuk mobil penumpang.

“Pabrik Bridgestone di Karawang memiliki kapasitas produksi 28 ribu ban perhari, sedangkan pabrik di Bekasi sanggup memproduksi 15 ribu ban per hari” urai Ukegawa. Baca juga Keuntungan Mengisi Ban dengan Nitrogen dan Ban Vulkanisir Membahayakan.

 

 

Top